Ini Jawaban Menag bagi Umat Islam Mengenai Ucapan Selamat Natal

Pintuislami.com - Jawaban menang bagi umat muslim mengenai ucapan selamat natal. Bagi selain umat muslim mungkin sudah biasa mengucapkan 'selamat hari natal' untuk orang-orang Nasrani. Tapi bagaimana jika yang mengucapkan tersebut adalah orang islam? Apakah hal itu diperbolehkan dalam Islam?

Ini Jawaban Menag bagi Umat Islam Mengenai Ucapan Selamat Natal
Ini Jawaban Menag bagi Umat Islam Mengenai Ucapan Selamat Natal

Mengenai ucapan selamat natal, memang dikalangan ulama banyak yang berbeda pendapat. Ada yang melarang dan ada juga yang membolehkan. Mengapa terjadi perbedaan pendapat? Hal ini karena masing-masing pendapat ditentukan dengan cara melihat dari sisi yang berbeda, sehingga menghasilkan dua pendapat yang berbeda pula.

Mengenai ucapan selamat natal tersebut, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, beliau mengatakan adanya pandangan umat Islam di Indonesia yang berbeda-beda terkait dengan boleh tidaknya mengucapkan selamat Natal. Dan dari perbedaan pandangan tersebut, kita harus menyikapinya dengan saling menghormati dan memahami satu sama lain. Bukan saling menyalahkan ataupun membenarkan.

"Kita memahami bahwa kita masyarakat yang beragam. Di (umat) Islam sendiri terjadi keragaman pendapat dalam menyampaikan ucapan selamat Natal kepada saudaranya yang umat Kristiani," Demikian jawaban Menag atas pertanyaan wartawan usai peluncuran Al-Qur’an dan Terjemahan Bahasa Daerah di Auditorium HM Rasjidi, Gedung Kemenag, Jalan MH Thamrin Jakarta Pusat, Rabu (20/12) siang.

Beliau mengatakan ada sebagian umat islam yang melarang atau mengharamkan mengucapkan selamat Natal kepada umat Kristiani. Hal ini karnena ucapan tersebut sebagai bentuk pengakuan atas kelahiran Yesus Kristus dalam agama nasrani (Kristiani). Sedangkan dalam aqidah Islam Yesus Kristus bukanlah Tuhan sebagaimana yang dipahami umat Kristiani.

Namun disamping pandangan umat islam yang melarang ucapan tersebut, ada juga sebagain umat Islam yang berpandangan bahwa mengucapkan selamat hari natal kepada umat kristiani tidak dilarang atau tidak diharamkann. Hal ini karena ucapan selamat natal tersebut ditujukan atas kelahiran Nabi Isa as.

Dari kedua pandangan yang berbeda dikalangan umat islam, Menag mengatakan "Jadi yang dipersepsikan mengenai ucapan selamat hari natal itu adalah peringatan kelahiran Nabi Isa,".

Dalam penjelasannya, dikatakan bahwa jangankan terhadap nabi, terhadap orangtua, saudara, keluarga dan teman-teman kita pun setiap tahunnya dirayakan hari kelahiran atau hari ulang tahun. Kalau mengucapkan dan memperingati ulang tahun kepada keluarga, teman, dan orang lain itu dibolehkan, maka mengucapkan hari ulang tahun atau kelahiran Nabi pun diperbolehkan.

"Apalagi kepada nabi, (mengucapkan ulang tahun) tidak semata boleh, tetapi juga dianjurkan," lanjut dia.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin
Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin

Menag menegaskan kembali bahwa keragaman pandangan semacam ini karena persepsi dan interpretarsi yang tidak sama. Oleh karenanya yang terpenting tidak perlu saling menyalahkan antara umat muslim yang melarang dengan umat islam yang membolehkan ataupun sebaliknya.

"Bagi mereka yang memang mengharamkan ucapan selamat natal, ya sudah kita hormati saja pandangan atau pendapat mereka. Kita maklumi kalau tidak mengucapkan selamat Natal, sehingga umat Kristiani juga harus berjiwa besar karena ada sebagian saudara mereka yang karena keyakinannya tidak membolehkan mereka mengucapkan selamat Natal," papar Menag.

Akan tetapi, kita juga harus menghormati pandangan atau pendapat mereka yang memperbolehkan mengucapkan selamat natal kepada umat Kristiani. Hal ini dilakukan demi menjaga hubungan persaudaraan antar umat beragama.

Seperti yang dikatakan Menag berikut, "Demi menjaga hubungan baik, menjaga persaudaraan sebangsa dan sebagai sesama manusia,"

Dan beliau juga menegaskan hal yang sama-sama diyakini umat Islam adalah larangan mengikuti ritual upacara keagamaan atau melakukan amaliyah peribadatan dalam peringatan Natal. (Kendi Setiawan)

Dari jawaban yang diberikan Menag kepada umat Muslim, intinya kita harus saling menghormati atas perbedaan pandangan atau pendapat mengenai ucapan selamat natal tersebut. Lalu bagaimana langkah yang tepat yang harus dipilih umat? Hal itu tergantung keyakinan masing-masing dan tergantung niat masing-masing. Apabila kita membolehkan mengucapkan natal, maka niatkanlah mengucapkan selamat ulang tahun atau hari kelahiran Nabi Isa, seperti yang dikatakan Menag di paragraf atas.

Itulah jawaban menag bagi umat islam mengenai ucapan selamat natl. Semoga bermanfaat bagi kita semua dan bisa menambah ilmu serta wawasan kita. Terima kasih telah berkunjung dan membaca. 

Sumber: www.nu.or.id


0 komentar