Kriteria "MAMPU" dalam Berqurban Menurut Empat Madzhab

Pintuislami.com - Kriteria mampu berqurban menurut empat madzhab. Ibadah qurban adalah ibadah yang istimewa, karena hanya sekali dalam setahun. Tentu saja hal ini diharuskan membuat hati para kaum muslimin senang dan bersemangat dalam melaksanakannya.

Kriteria "MAMPU" dalam Berqurban Menurut Empat Madzhab
Kriteria "MAMPU" dalam Berqurban Menurut Empat Madzhab

Berbicara mengenai hewan qurban, ketua Lembaga Batsul Masail (LBM) NU Lampung KH Munawir (Gus Nawir) mengingatkan beberapa hal terkait ibadah qurban. Bahwa qurban yang dilaksanakan akan menjadi sah apabila memenuhi beberapa syarat yang telah ditentukan. Dalam penuturan beliau, berikut ini syarat berqurban:

"Dalam melaksanakan ibadah berqurban, harus ada siapa yang berqurban, kapan waktu penyembelihan qurban, ada hewan qurbannya, dan ada niat ketika pemotongan berlangsung." Kata Gus Nawir yang juga ketua Komisi Fatwa MUI Provinsi Lampung.

Penuturan beliau yang lain, ibadah qurban juga harus memenuhi syarat seperti islam, merdeka atau bukan budak, mukallaf, baligh, dan mampu atau memiliki harta lebih untuk membeli hewan qurban. Apabila tidak mampu, maka tidak dianjurkan untuk melaksanakan ibadah qurban.

Berbicara mengenai kata "mampu" dalam berqurban, ada perbedaan pendapat di kalangan para Ulama. Tentu saja perbedaan tersebut tidak menjadikan kita saling berpecah belah. Meskipun berbeda pendapat, kita tetap saudara muslim. Berikut ini penuturan empat madzhab mengenai kata "mampu dalam berqurban":

# Menurut Imam Syafi'i

Berdasarkan pendapat dari Imam Syafi'i, "mampu" dalam berqurban diartikan bahwa orang yang memiliki harta cukup untuk membeli hewan qurban pada hari raya idul adha maupun hari-hari tasyrik. Akan tetapi, harta yang digunakan untuk membeli hewan qurban tidak mengganggu kebutuhan harian atau mengganggu kebutuhan orang yang menjadi tanggungannya.

# Menurut Imam Abu Hanifah

Berdasarkan penjelasan Imam Hanafi atau Imam Abu Hanifah, bahwa definisi "mampu" dalam berqurban adalah orang yang memiliki harta lebih senilai nisabnya harta yaitu 200 dirham. Akan tetapi, harta yang digunakan untuk membeli qurban tidak mengganggu kebutuhan pokok berupa sandang, pangan, papan serta kebutuhan orang orang yang menjadi tanggunganya.

# Menurut Imam Malik

Imam Maliki menjelaskan sebagai berikut, beliau mensyaratkan orang "mampu" dalam berqurban yaitu orang yang memiliki harta lebih, dan harta lebih tersebut ketika digunakan untuk membeli hewan qurban tidak mengganggu kebutuhan pokok dalam satu tahun. Jadi, sebelum membeli hewan qurban juga perlu memikirkan kebutuhan pokok untuk setahun kedepannya apakah akan mencukupi apabila hartanya diambil untuk membeli hewan qurban.

# Menurut Imam Ahmad bin Hambal

Sedangkan menurut Imam Hambali atau Imam Ahmad bin Hambal, beliau menjelaskan bahwa "mampu" dalam berqurban yaitu orang yang memiliki harta cukup untuk membeli hewan qurban, sekalipun dengan cara berutang, dan ia memiliki keyakinan bahwa ia mampu mengembalikan utang tersebut. Berbeda dengan madzhab lainnya, Imam Ahmad bin Hambal membolehkan orang tersebut berhutang untuk membeli hewan qurban. Tapi juga harus memiliki keyakinan bahwa dirinya mampu melunasi hutang tersebut.

Itulah yang masuk dalam kriteria MAMPU dalam berqurban menurut empat madzhab. Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih telah berkunjung dan terima kasih juga telah membaca.

Sumber: nu.or.id


0 komentar