Seputar Hari Tasyrik (Pengertian, Keutamaan, Larangan, dan Amalan)

Pintuislami.com - Seputar Hari Tasyrik. Mengenai hari tasyrik, bagi orang islam memang tidak asing lagi. Ya, hari dimana seseorang dilarang untuk berpuasa dan dianjurkan untuk memperbanyak doa serta dzikir. Banyak juga yang bilang bahwa hari tasyrik adalah hari dimana orang islam bersenang-senang dan menyantap makanan daging yang didapat hasil pembagian qurban.

Seputar Hari Tasyrik (Pengertian, Keutamaan, Larangan, dan Amalan)
Seputar Hari Tasyrik (Pengertian, Keutamaan, Larangan, dan Amalan)

Mengenai hari tasyrik, ada banyak keutamaan yang terdapat di dalamnya. Dan perlu kita ketahui, ketumaan-keutamaan tersebut bisa kita dapatkan apabila kita melaksanakan amalan-amalannya dengan ikhlas. Untuk lebih jelas mengenai hari tasyrik, berikut ini pembahasan seputar hari tasyrik.

Baca juga : 6 Syarat Berqurban yang Perlu Diketahui

Pengertian Hari Tasyrik

Dalam bahasa Arab, istilah tasyrik diambil dari kata شرقت الشمش yang memiliki arti matahari terbit. Adapun hari tasyrik itu sendiri jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Namun ada juga yang mengatakan bahwa hari tasyrik terdiri dari 4 hari, yaitu hari raya idul adha dan 3 hari setelahnya.

Abu Ubaid mengatakan: Ada dua pendapat ulama mengenai hari tasyrik, yaitu mengapa hari-hari tersebut dinamakan dengan hari tasyrik? Pertama, dinamakan hari tasyrik karena kaum muslimin pada hari itu menjemur daging kurban untuk dibuat dendeng. Kedua, karena kegiatan berqurban, tidak dilakukan, kecuali setelah terbit matahari. (Lisanul Arab, 10:173).

Keutamaan Hari Tasyrik

Hari tasyrik memiliki beberapa keutamaan yang perlu kita ketahui. Untuk mendapatkan keutamaan-keutamaan di hari tasyrik, kita harus menjalani ibadah wajib dan sunah di hari-hari tersebut dengan penuh keihlasan.

Allah SWT mengistimewakan hari tasyrik, sehingga Allah menjadikan hari-hari ini sebagai hari atau waktu yang istimewa untuk berdzikir. Maka perbanyaklah berdzikir agar mendapatkan keutamaan di hari tasyrik.

Dalam sebuah hadits, dari Abdullah bin Qath ra., Nabi Muhammad SAW bersabda:

أَعْظَمُ الْأَيَّامِ عِنْدَ اللَّهِ يَوْمُ النَّحْرِ، ثُمَّ يَوْمُ الْقَرِّ

"Hari yang paling agung di sisi Allah adalah hari qurban (Idul Adha) kemudian hari al-qarr." (HR. Abu Daud 1765, Ibnu Khuzaimah 2866, dan dishahihkan al-Albani. Al-A'dzami mengatakan dalam Ta'liq Shahih Ibn Khuzaimah: Sanadnya Sahih).

Yang dimaksud hari 'al-qarr' adalah tanggal 11 Dzulhijjah. Hal ini didasarkan pada keterangan Ibnu Khuzaimah, bahwa Abu Bakar mengatakan:

يَوْمَ الْقَرِّ يَعْنِي يَوْمَ الثَّانِي مِنْ يَوْمِ النَّحْرِ

"Hari 'al-qarr' adalah hari kedua setelah hari qurban"

Larangan Puasa di Hari Tasyrik

Hari raya idul adha dan tiga hari setelahnya adalah hari dimana kita para umat islam dilarang untuk berpuasa. Mengapa demikian? Karena telah dijelaskan oleh Nabi Muhammad SAW, beliau menyebutkan bahwa hari-hari tasyrik adalah hari makan dan minum, serta hari dimana kaum muslimin dianjurkan memperbanyak berdzikir kepada Allah SWT.

Dari Nubaisyah al-Hudzali ra., bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:

أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرٍ لِلَّهِ

"Hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan banyak mengingat Allah." (HR. Muslim, Ahmad, Abu Daud, Nasa'i).

Ibnu Rajab juga mengatakan hal yang demikian mengenai hari tasyrik. Berikut ungkapannya:

و إنما نهى عن صيام أيام التشريق لأنها أعياد للمسلمين مع يوم النحر فلا تصام بمنى و لا غيرها عند جمهور العلماء، خلافا لعطاء في قوله : إن النهي يختص بأهل منى

"Kita dilarang berpuasa pada hari tasyrik karena hari tasyrik adalah hari raya kaum muslimin, disamping hari raya qurban. Karena itu, tidak boleh puasa di Mina maupun di daerah lainnya, menurut mayoritas ulama. Tidak sebagaimana pendapat Atha yang mengatakan, sesungguhnya larangan puasa di hari tasyrik, khusus bagi orang yang tinggal di Mina." (Lathaiful Ma'arif, hlm. 509).

# Rahasia dibalik larangan puasa di Hari Tasyrik

Mengapa di hari tasyrik dilarang untuk berpuasa? ada rahasia yang dibalik itu semua. Hal ini dijelaskan oleh Ibnu Rajab. Berikut penjelasannya:

Ketika itu, orang-orang bertamu ke Baitullah. Di tempat tersebut, orang-orang mengalami keletihan dan kelelahan karena perjalanan yang mereka lalui terasa berat dan jauh. Disamping kelelahan setelah melaksanakan ihram dan melaksanakan manasik haji serta umrah, Allah mensyariatkan kepada mereka untuk tinggal di Mina sembari beristirahat, yaitu tepatnya pada hari qurban dan 3 hari setelahnya. 

Pada tempat dan waktu tersebut, Allah memerintahkan kepada mereka untuk makan daging hasil sembelihan mereka. Di saat itulah mereka mendapatkan jamuan dari Allah, karena kasih sayang Allah kepada mereka.

Sementara itu, kaum muslimin di negara-negara lain turut menyemarakkan ibadah yang dilakukan jamaah haji. Kaum muslimin memperbanyak amalan ibadah selama 10 hari pertama bulan dzulhijjah. Mereka juga disyariatkan untuk memperbanyak amalan dzikir di hari-hari tersebut, bersungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah, dan bersama-sama dalam menggapai ampunan Allah SWT, dengan menyembelih hewan qurban pada hari raya idul adha dan 3 hari setelahnya. Setelah mereka lelah melaksanakan ibadah selama 10 hari tersebut, kemudian mereka beristirahat dan menikmati hidangan makanan daging hasil sembelihan hewan qurban.

Allah mensyariatkan kaum muslimin untuk menjadikan hari ini sebagai hari makan-makan dan minum. Hal ini ditujukan agar mereka bisa saling membantu untuk semakin giat dalam berdzikir mengingat Allah dan melakukan ketaatan kepada-Nya. Dan itu merupakan bentuk syukur nikmat yang paling sempurna. Dimana nikmat yang kita terima menjadi sarana untuk membantu agar semakin giat melakukan ibadah.

Amalan di Hari Tasyrik

Di hari tasyrik banyak sekali amalan ibadah yang bisa dilaksanakan. Baik itu amalan wajib maupun sunnah. Namun yang kita bahas di sini adalah amalan sunnah. Mengingat keistimewaan hari tasyrik, hendaknya kita sebagai orang islam berusaha untuk memaksimalkan upaya dalam mendapatkan lempahan rahmat dan pahala dari Allah serta berusaha untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan ini.

Ada beberapa amalan yang disyariatkan di hari tasyrik, berikut amalannya:

1. Anjuran untuk memperbanyak dzikir

Di hari yang istimewa ini, kita umat islam dianjurkan untuk memperbanyak dzikir kepada Allah SWT. Dzikir apapun itu yang ditujukan kepada Allah SWT. Kita juga dianjurkan untuk selalu bertakbir atau melakukan takbiran seusai sholat 5 waktu. Hal ini dilakukan oleh para sahabat Nabi.

Dalam hal ini, Allah berfirman sebagai berikut:

وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ

"Ingatlah Allah di hari-hari yang terbilang." (QS. Al-Baqarah: 203). 

Yang dimaksud hari terbilang adalah hari-hari tasyrik, yaitu 3 hari setelah idul adha. Ada juga ulama yang berpendapat bahwa hari terbilang adalah hari idul adha dan 3 hari setelahnya.

Dari Nubaisyah al-Hudzali ra., bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:

أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرٍ لِلَّهِ

"Hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan banyak mengingat Allah." (HR. Muslim, Ahmad, Abu Daud, Nasa'i).

Untuk menyemarakkan amalan dzikir di hari tasyrik, bisa dilakukan dalam beberapa bentuk, diantaranya:

Melakukan Takbiran setiap selesai shalat wajib 5 waktu. Seperti yang telah dijelaskan di atas. Ini sebagaimana yang dilakukan para sahabat. Sebagaimana praktek Umar bin Khattab ra., bahwa beliau dulu bertakbir setelah shalat shubuh pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai setelah dzuhur pada tanggal 13 Dzulhijjah. (Ibn Abi Syaibah dan al-Baihaqi dan sanadnya dishahihkan al-Albani) (Lathaiful Ma'arif, 504 – 505)

Demikian juga dari Sahabat Ali bin Abi Thalib ra., bahwa beliau bertakbir setelah shalat shubuh pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai ashar tanggal 13 Dzulhijjah. Beliau juga bertakbir setelah ashar. (HR. Ibn Abi Syaibah dan al-Baihaqi. Al-Albani mengatakan: "Shahih dari Ali").

2. Memperbanyak berdoa dan memohon kepada Allah SWT

Selain memperbanyak berdzikir, kaum muslimin juga dianjurkan untuk memperbanyak doa di hari tasyrik. Para ulama menganjurkan memperbanyak doa di hari-hari tasyrik.

Ikrimah (murid Ibn Abbas) mengatakan:

كان يستحب أن يقال في أيام التشريق : { رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ }

Doa berikut dianjurkan untuk dibaca pada hari tasyrik: RABBANAA  AATINAA  FID-DUN-YAA HASANAH WA FIL AA-KHIRATI HASANAH, WA QINAA ADZAABAN-NAAR. (Lathaiful Ma'arif, Hal. 505).

Doa ini kita kenal dengan doa sapu jagad. Karena doa ini isinya mengumpulkan semua bentuk kebaikan dan menolak semua bentuk keburukan. Sehingga doa ini menjadi pilihan yang sangat sering dilantunkan oleh manusia terbaik, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Silahkan mengamalkan doa sapu jagad ini setelah selesai sholat, baik itu sholat wajib maupun sunnah, baik itu di hari tasyrik maupun hari lainnya.

Do'a tersebut juga didasarkan pada hadits dari Annas bin Malik ra.:

كَانَ أَكْثَرُ دُعَاءِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ»

Doa yang paling banyak dilantunkan oleh Nabi Muhammad SAW adalah RABBANAA  AATINAA  FID-DUN-YAA HASANAH dst.. (HR. Bukhari 6389 dan Muslim 2690).

Disamping itu semua, doa juga merupakan bentuk mengingat Allah SWT yang sangat agung. Dimana do'a-do'a yang dipanjatkan berisi pujian dan harapan manusia kepada Tuhannya, yaitu Allah SWT. Sehingga, hari ini menjadi hari yang istimewa untuk memperbanyak doa.

Itulah sedikit penjelasan mengenai hari tasyrik. Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Dan semoga kita semua bisa melaksanakan apa yang telah diperintahkan dan disyari'atkan Allah SWT pada hari tasyrik, serta menjauhi setiap larangan pada hari tasyrik. Amin.

Terima kasih telah berkunjung dan membaca.

Sumber: konsultasisyariah.com


0 komentar