6 Keutamaan Berqurban di Hari Raya Idul Adha

Pintuislami.com - Keutamaan berqurban. Bulan Dzulhijjah hampir datang, dan ini saatnya kita mempersiapkan diri untuk menyambutnya. Ya, persiapan puasa sunah Tarwiyah dan Arafah, persiapan sholat id, serta persiapan berqurban bagi yang mampu. Mengapa kita dianjurkan untuk berqurban? Karena nantinya di hari kiamat, hewan yang kita jadikan kurban akan menjadi tunggangan yang meringankan kita. Itu lah mengapa kita dianjurkan untuk menjalankan ibadah qurban di hari raya Idul Adha.

6 Keutamaan Berqurban di Hari Raya Idul Adha
Keutamaan Berqurban

Berbicara mengenai qurban, ada banyak fadhilah dan keutamaan yang bisa kita dapatkan dari hasil menjalankan ibadah qurban di hari raya idul fitri atau hari tasyrik. Selalu ada hikmah dibalik perintah Allah Subhanahu wa Ta'ala bagi umatnya. Meskipun terkadang terasa berat untuk menjalankannya, namun ketahuilah jika kita tetap menjalankan dengan ikhlas, rasa berat itu akan diganti dengan kesenangan oleh Allah SWT.

Adapun hukum dari berqurban adalah sunnah, akan tetapi sangat dianjurkan bagi yang mampu. Yang perlu kita ketahui, berqurban tidak hanya sekali saja. Apabila kita mampu, maka berqurban setiap tahun pun tidak masalah, bahkan akan sangat memberikan keuntungan bagi kita sendiri kelak.

Imam Nawawi dalam Al Minhaj (3: 325) berkata, "Qurban itu tidak wajib, kecuali bagi yang mewajibkan dirinya untuk berqurban (contoh: nadzar)."

Lalu, apa saja keutamaan dari berqurban? Nah, berikut ini beberapa fadhilah atau keutamaan berqurban di hari raya idul adha dan juga hari tasyrik:

1. Pintu mendekatkan diri kepada Allah

Melaksanakan ibadah qurban merupakan salah satu pintu atau jalan bagi kita untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ibadah qurban juga merupakan media taqwa setiap hamba. Jadi, jika ingin bertaqwa kepada Allah, berqurban adalah salah satu media yang sangat dianjurkan.

Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Maidah ayat 27:

إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ

"Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal berqurban) dari orang yang bertaqwa"

Dan selain itu, Allah SWT juga berfirman:

لَن يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِن يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنكُمْ كَذَلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ

"Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya." (QS:Al Hajj:37)

2. Sebagai saksi amal di hadapan Allah

Seseorang yang melaksanakan ibadah qurban akan diberi ganjaran atau pahala berlipat ganda oleh Allah SWT. Bahkan ada sebuah hadits yang menjelaskan bahwa banyaknya lembar bulu dari hewan yang dijadikan qurban tersebut sama halnya banyaknya kebaikan yang akan didapatkan orang ang berqurban.

Berikut ini terjemahan haditsnya:

"Pada setiap lembar bulunya itu kita memperoleh satu kabaikan." (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

Selain itu, hewan yang kita jadikan qurban, kelak di yaumul qiamah akan menjadi saksi kebaikan kita. Seperti yang telah dijelaskan dalam hadits berikut ini:

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدِّمَشْقِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ ابْنُ نَافِعٍ حَدَّثَنِي أَبُو الْمُثَنَّى عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا عَمِلَ ابْنُ آدَمَ يَوْمَ النَّحْرِ عَمَلًا أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ هِرَاقَةِ دَمٍ وَإِنَّهُ لَيَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَظْلَافِهَا وَأَشْعَارِهَا وَإِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنْ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ عَلَى الْأَرْضِ فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا

"Tidak ada amalan yang dikerjakan anak Adam ketika hari (raya) qurban yang lebih dicintai oleh Allah Azza Wa Jalla dari mengalirkan darah, sesungguhnya pada hari kiamat ia akan datang dgn tanduk-tanduknya, kuku-kukunya & bulu-bulunya. Dan sesungguhnya darah tersebut akan sampai kepada Allah Azza Wa Jalla sebelum jatuh ke tanah, maka perbaguslah jiwa kalian dengannya." [HR. ibnumajah No.3117].

3. Sebagai sikap kepatuhan dan ketaatan kepada Allah

Nah, ketika kita memiliki niat atau keinginan untuk berqurban dan berhasil keturutan apa yang telah diniatkan tersebut, maka itu akan menjadi petunjuk atau tanda bahwa kita memiliki sikap patuh dan taat kepada Allah. Namun meskipun begitu, jangan sampai tercampur dengan sifat riya', iri, dengki, dan sebagainya.

Allah SWT berfirman:

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنسَكاً لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَى مَا رَزَقَهُم مِّن بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ فَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَلَهُ أَسْلِمُوا وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ

"Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)." [QS: Al Hajj : 34]

4. Menghidupkan ajaran Nabiyullah Ibrahim AS

Dengan melaksanakan ibadah qurban, maka kita telah ikut berperan dalam menghidupkan ajaran Nabi Ibrahim as, yang ketika itu Allah SWT menyuruhkan kepada Nabi Ibrahim as untuk menyembelih putra tercintanya yaitu Nabi Ismail as di hari an nahr atau hari idul adha.

Telah dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ خَلَفٍ الْعَسْقَلَانِيُّ حَدَّثَنَا آدَمُ بْنُ أَبِي إِيَاسٍ حَدَّثَنَا سَلَّامُ بْنُ مِسْكِينٍ حَدَّثَنَا عَائِذُ اللَّهِ عَنْ أَبِي دَاوُدَ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ قَالَ قَالَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا هَذِهِ الْأَضَاحِيُّ قَالَ سُنَّةُ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ قَالُوا فَمَا لَنَا فِيهَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ بِكُلِّ شَعَرَةٍ حَسَنَةٌ قَالُوا فَالصُّوفُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ بِكُلِّ شَعَرَةٍ مِنْ الصُّوفِ حَسَنَةٌ

"Berkata kepada kami Muhammad bin Khalaf Al 'Asqalani, berkata kepada kami Adam bin Abi Iyas, berkata kepada kami Sullam bin Miskin, berkata kepada kami 'Aidzullah, dari Abu Daud, dari Zaid bin Arqam, dia berkata: berkata para sahabat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam: "Wahai Rasulullah, hewan qurban apa ini?" Beliau bersabda: "Ini adalah sunah bapak kalian, Ibrahim." Mereka berkata: "Lalu pada hewan tersebut, kami dapat apa wahai Rasulullah?" Beliau bersabda: “Pada setiap bulu ada satu kebaikan." Mereka berkata: "Bagaimana dengan shuf (bulu domba)?" Beliau bersabda: "Pada setiap bulu shuf ada satu kebaikan.” [HR. Riwayat Ibnu Majah dalam Sunannya No. 3127]

5. Sebagai Pembeda dengan orang kafir

Pada dasarnya melaksanakan penyembelihan hewan qurban bukan hanya dilakukan oleh orang islam saja. Di hari idul adha, di zaman dahulu, orang-orang jahiliyyah juga melakukan hal serupa dengan yang dilakukan orang islam, yaitu meyembelih hewan qurban. Hanya saja, niatnya berbeda. Mereka orang kafir menyembelih qurban untuk dipersembahkan selain Allah, sedangkan orang islam niat karena Allah SWT.

Seperti yang telah dijelaskan dalam firman Allah SWT sebagai berikut:

قُلْ إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
لاَ شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَاْ أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ

"Katakanlah, 'Sesungguhnya shalatku, sembelihanku (qurbanku), hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam, tiada sekutu baginya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)." [QS: al-An'am : 162-163]

6. Berdimensi sosial ekonomi

Jika dilihat dari aspek sosialnya, melaksanakan ibadah qurban juga memiliki sisi positif. Ya, sebagaimana kita ketahui bahwa pendistribusian daging qurban mencakup seluruh kaum muslimin dari kalangan apapun. Baik itu kaya maupun fakir dan miskin, semuanya mendapatkan bagian daging hewan qurban. Sehingga hal ini dapat memupuk rasa solidaritas umat. Tadinya yang orang miskin jarang memakan daging, kali ini dapat merasakan nikmatnya makan daging. Inilah yang nantinya akan menumbuhkan sikap sosial ekonomi yang tinggi.

Dalam sebuah hadits dari Ali bin Abu Thalib:

وَعَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ قَالَ: { أَمَرَنِي النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم أَنَّ أَقْوَمَ عَلَى بُدْنِهِ, وَأَنْ أُقَسِّمَ لُحُومَهَا وَجُلُودَهَا وَجِلالَهَا عَلَى الْمَسَاكِينِ, وَلا أُعْطِيَ فِي جِزَارَتِهَا مِنْهَا شَيْئاً } مُتَّفَقٌ عَلَيْه ِ

"Rasulullah memerintahkan kepadaku untuk mengurusi hewan qurbannya, membagi-bagikan dagingnya, kulit dan pakaiannya kepada orang-orang miskin, dan aku tidak diperbolehkan memberi sesuatu apapun dari hewan qurban (sebagai upah) kepada penyembelihnya." (Mutafaqun 'Aalaih).

Itulah beberapa keutamaan mengenai ibadah qurban di hari raya idul adha ataupun hari tasyriq. Semoga bagi kita yang belum pernah melaksanakan ibadah qurban, bisa dimudahkan oleh Allah SWT dan diberikan rizqi untuk bisa melaksanakannya. Dan bagi yang sudah pernah, semoga Allah selalu memberikan rizki dan niat yang baik agar selalu bisa melaksanakan ibadah qurban setiap tahunnya. Amin.

Terima kasih telah berkunjung, dan terima kasih juga telah membaca.

Sumber: www.hidayatullah.com


0 komentar