Awas! 7 Perkara ini dapat Merusak dan Mengurangi Pahala Puasa

Pintuislami.com - Hal yang dapat merusak dan mengurangi pahala puasa. Di bulan ramadhan ini, bulan yang suci dan mulia, bulan yang penuh dengan rahmat dan ampunan, serta bulan yang penuh dengan keberkahan, tentu kita ingin terus berlomba-lomba melakukan kebaikan dan amalan-amalan di bulan tersebut, terutama amalan-amalan wajib seperti puasa dan amalan sunnah seperti tarawih, tadarus Al-Qur'an, dan lain sebagainya.
7 Perkara ini dapat Merusak dan Mengurangi Pahala Puasa
7 Perkara ini dapat Merusak dan Mengurangi Pahala Puasa

Berbicara tentang berlomba-lomba memperbanyak amalan kebaikan di bulan ramadhan, sebenarnya kita tidak boleh jika asal melakukannya saja. Maksudnya bagaimana? Yaitu jangan melakukan amalan kebaikan di bulan ramadhan jika masih memiliki kebiasaan buruk yang dapat merusak pahala kebaikan tersebut. 

Misalnya, anda di bulan ramadhan selalu rajin puasa penuh dari awal hingga akhir ramadhan, akan tetapi anda tidak bisa meninggalkan kebiasaan buruk anda yang misalnya 'sering menggunjing' atau sebagainya. Maka puasa yang anda laksanakan tersebut akan percuma dan tidak akan mendapatkan pahala. Yang didapatkan hanyalah rasa haus dan lapar.

Rasulullah SAW bersabda "Berapa banyak di antara manusia yang berpuasa, tapi tidak mendapatkan hasil dari puasanya kecuali lapar dan haus" (HR. Imam Bukhori wa Muslim).

Mungkin banyak yang belum mengetahui akan hal ini, dan mungkin juga banyak sudah mengetahui namun belum menyadari. Untuk saling mengingatkan, silahkan simak tujuh hal berikut ini yang dapat merusak dan mengurangi pahala puasa:

1. Berkata kotor dan tercela

Yang perlu kita ketahui dalam berpuasa adalah, bahwa puasa itu tidak hanya menahan diri dari makan dan minum saja, akan tetapi juga menahan dari hawa nafsu, yaitu menahan dari melakukan hal-hal yang bisa membatalkan atau merusak pahalanya. Salah satunya adalah berkata kotor atau tercela.

Rasulullah SAW bersabda, "Apabila seorang diantara kalian berpuasa maka janganlah ia berkata kotor, berteriak-teriak (bertengkar), dan bertindak bodoh. Jika ada orang yang mencela atau mengajaknya bertengkar maka katakanlah, "Sesungguhnya aku sedang berpuasa (dua kali)"." (H.R. Bukhari dan Muslim).

Kita sangat dianjurkan untuk selalu menjaga lisan kita agar tidak berkata seenaknya saja kepada siapapun, terutama ketika sedang berpuasa. Bahkan jika ada orang yang mencela atau mengajak bertengkar, Rasul menyuruh kita agar bilang bahwa sekarang saya sedang berpuasa. Jagalah lisan kita dari perkataan apapun yang tercela, kotor, atau yang dapat menyakiti orang lain.

2. Bergunjing atau membiacarakn orang lain

Kebiasaan menggunjing, membiarakan orang lain, bahkan sampai membuka dan mengorek-orek aib orang lain, itu adalah suatu kebiasaan yang sangat oleh Allah dan Rasul-Nya. Kebiasaan menggunjing atau membiacarakan aib orang lain (tajassus) merupakan kebiasaan yang dapat merusak pahala ibadah puasa kita. Maka jagalah lisan kita agar tidak membiacarakan orang lain.

Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat," (H.R. Imam Muslim).

Dari hadits di atas, Rasulullah menjelaskan bahwa jika kita tidak ingin aib kita diketahui oleh orang lain, maka tutuplah aib orang lain yang kita ketahui. Sebab, siappun yang menutup aib orang lain, Allah akan menutub air kita dari siapapun. Oleh sebab itu jagalah lisan kita agar tidak terbiasa membiacarakan aib atau kejelekan yang dimiliki orang lain.

3. Berdusta atau berbohong

Yang namanya berdusta atau berbohong memang merupakan perbuatan yang mendatangkan dosa, baik itu dilakukan oleh orang yang sedang berpuasa atau tidak sedang berpuasa. Hanya saja jika dilakukan oleh orang yang sedang berpuasa maka akan dapat mengotori dan merusak pahala puasanya.

Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang tidak meninggalkan ucapan dusta dan melakukan sesuatu dengan dasar kedustaan itu, maka tidak ada gunanya ia meninggalkan makanan dan minumannya itu disisi Allah," (H.R. Imam Bukhori).

Sudah jelas dikatakan dari hadits di atas, bahwa orang yang sedang berpuasa tapi suka melakukan kebiasaan berdusta atau berbohong, maka puasanya akan percuma dan hanya akan mendapatkan rasa lapar dan haus saja. Jagalah dengan benar mulut kita agar tidak mengeluarkan kebohongan.

4. Berbuat suatu hal tanpa rasa malu

Biasanya, ketika seseorang melakukan suatu hal tanpa dibarengi dengan rasa malu, dia akan melakukan secara berlebihan, melakukan dengan menyimpang, melakukan tanpa aturan. Misalnya, seharusnya di dalam pekerjaannya dia hanya boleh menghitung uang saja tanpa mengambilnya untuk pribadi, namun pada kenyataannya dia mengambil uang tersebut sebagian untuk pribadi, itulah yang dinamakan korupsi, dan dilakukan tanpa ada rasa malu. Kalau kita malu kepada Allah, tentu kita tidak akan melakukan hal yang sedemikian rupa. Masih banyak contoh lainnya dan tidak hanya korupsi saja.

Rasulullah SAW bersabda, "Malu itu sebagian dari Iman." 
Dan dalam hadis lainnya Rasulullah SAW, "Malu dan iman adalah satu, maka apabila dicabut salah satunya maka akan tercabut yang lainnya."

Dari hadits di atas tentu sudah sangat jelas bahwa malu itu sebagian dari iman. Iman yang tanpa dibarengi rasa malu pasti tidak akan bisa dikendalikan dengan baik, begitu pula dengan sebaliknya. Maka, jagalah iman dan rasa malu kita. Jangan sampai pahala puasa kita hangus hanya karena melakukan suatu hal tanpa rasa malu.

5. Melakukan perbuatan dhalim

Sudah sangat jelas bahwa perbuatan dholim merupakan perbuatan yang mendatangkan masalah, perbuatan yang mendatangkan dosa, dan tentunya sangat dibenci oleh Allah dan Rasul-Nya.

Rasulullah SAW bersabda, "Enam perkara yang bisa melebur amal kebaikan: sibuk mencari keburukan/aib orang lain, keras hati, terlalu cinta dunia, sedikit rasa malu, panjang lamunan /khayalan, dan kedhaliman yang tidak pernah berhenti," (H.R. Ad-Dailami dari Adi bin Hatim).

Dari hadits di atas sudah jelas dikatakan bahwa perbuatan dhalim, keras hati, bergunjing, dan lainnya tersebut adalah perbuatan yang dapat merusak pahala amal ibadah kita. Apapun dan sebesar apapun amal ibadah yang kita lakukan, maka akan percuma apabila kita masih sering berbuat dhalim. Apalagi di bulan ramadhan ini, tentu pahala puasa kita akan rusak dan bahkan hangus.

6. Mengedepankan urusan dunia

Memang dalam agama islam, dianjurkan kepada semua umat muslim agar kaya. Namun bukan berarti kita bekerja secara berlebihan hanya untuk mendapatkan kebahagiaan dunia belaka, hanya untuk mendapatkan harta benda dunia saja. Tentu hal ini suatu perbuatan atau langkah yang salah. Yang dimaksud kaya sesungguhnya adalah kaya yang dermawan, kaya yang tidak lupa dengan akhirat, kaya yang rajin ibadah, dan sebagainya.

Di bulan ramadhan ini adalah kesempatan bagi kita untuk sedikit melepas urusan dunia dan utamakan aktivitas yang jauh dari hawa nafsu dunia. Hal ini ditujukan agar pahala amalan ibadah kita di bulan ramadhan ini tidak hangus, terutama pahala puasa yang kita laksanakan di bulan ramadhan ini.

Rasulullah SAW bersabda, "Beramallah engkau untuk duniamu seolah engkau akan hidup selamanya, dan beramallah engkau untuk akhiratmu seolah engkau akan mati besok."

7. Suka adu domba

Suka mengadu domba antara orang A dengan orang B, atau orang lainnya. Hal ini merupakan perbuatan yang sangat dibenci oleh Allah dan Rasul-Nya. Bisa dibilang orang yang melakukannya adalah orang yang munafik. Mengapa demikian? Sebab, ketika bertemu dengan si A, dia menjelekkan si B, tapi ketika bertemu si B, dia menjelekkan si A. Maka ini akan memicu rasa saling benci antara A dan B yang akhirnya bisa saling bermusuhan.

Sifat adu domba ini memang sangat menyusahkan orang lain. Hindarilah sifat atau sikap yang mengadu domba. Apabila di bulan ramadhan, maka puasa yang dilaksanakan dari awal hingga akhir akan percuma.

Itulah beberapa perkara yang bisa merusak dan mengurangi pahala puasa. Bukan hanya di bulan ramadhan saja, akan tetapi juga puasa sunah di hari atau di bulan lainnya. Semoga kita dijauhkan dari perkara semacam ini. Amin.

Terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih.

Baca juga: 5 Perkara Penting yang Harus Diajarkan Kepada Anak


0 komentar