Bolehkah Berpuasa Setelah Nisfu Sya'ban?

Bolehkah Berpuasa Setelah Nisfu Sya'ban?
Bolehkah Berpuasa Setelah Nisfu Sya'ban?

Pintuislami.com - Berpuasa setelah nisfu sya'ban. Setelah bulan Rajab berakhir, kita akan memasuki bulan mulia selanjutnya, yaitu bulan sya'ban. Bulan Sya'ban adalah salah satu bulan mulia yang terletak sebelum bulan Ramadhan. Di bulan sya'ban ini kita dianjurkan untuk beribadah atau melakukan lebih banyak lagi, termasuk amalan puasa. Sebab di bulan tersebut adalah waktu dinaikkannya amalan. Sehingga akan mendapatkan pahala lebih besar dari bulan lainnya.

Berbicara tentang amalan di bulan sya'ban, tentu kita tidak lepas membicarakan amalan puasa. Ya, di bulan sya'ban ini kita dianjurkan untuk lebih rajin berpuasa. Baik itu puasa sunah senin kamis, atau puasa sunah lainnya. Sebab, pahala yang akan kita dapatkan akan di lipat gandakan. Lalu, bagaimana kalau puasa setelah tanggal 15 Sya'ban atau setelah Nisfu Sya'ban? Apakah diperbolehkan? Ada yang bilang puasa setelah nisfu sya'ban adalah diharamkan? Bagaimana pendapat para ulama mengenai hal ini?

Dari pertanyaan di atas, memang ada perbedaan pendapat di kalangan para ulama. Berdasarkan penjelasan KH. Yahya Zainul Ma'arif (Buya Yahya), diperolah jawaban yang tepat mengenai boleh atau tidaknya berpuasa setelah nisfu sya'ban. Dan berikut ini penjelasannya.

"Apakah benar kalau sudah lewat tanggal 15 Sya’ban kita gak boleh berpuasa?"

Ada perbedaan pendapat di kalangan para Ulama. Menurut madzhab Imam Syafi'i yang dikukuhkan adalah haram (makruh karohatattahrim). Sedangkan menurut jumhur Ulama dari Madzhab Imam Abu Hanifah, Imam Ahmad, dan Imam Malik hukumnya tidak haram.

Boleh berpuasa setelah nisfu sya'ban apabila terjadi 3 perkara ini

Memang menurut madzhab Imam Syafi'i, hukumnya haram berpuasa setelah pertengahan bulan sya'ban tersebut. Namun haramnya puasa menurut Imam Syafi'i setelah tanggal 15 Sya'ban akan menjadi tidak haram apabila terjadi tiga perkara berikut ini:

1. Karena kebiasaan puasa

Jika sebelum datang pertengahan bulan sya'ban memiliki kebiasaan puasa secara rutin seperti puasa di hari senin dan kamis, maka tetap boleh melanjutkan puasa rutin senin kamis meskipun sudah melewati nisyfu sya’ban atau tanggal 15 Sya'ban.

2. Untuk mengganti (qadha) puasa

Apabila memiliki hutang puasa yang belum sempat diqadha di bulan-bulan sebelumnya hingga datang pertengahan bulan sya'ban atau nisfu sya'ban, maka tidak haram baginya untuk mengqadha puasanya setelah nisfu sya'ban atau tanggal 15 Sya'ban.

3. Disambung dengan hari sebelum nisyfu syaban

Bagaimana maksudnya? Misalnya seperti ini, dia telah berpuasa pada tanggal 15 sya’ban kemudian ingin menyambung dengan hari sesudahnya (yaitu tanggal 16 sya’ban). Maka puasa di tanggal 16 tidak lagi menjadi haram baginya.

Berubahnya haram menjadi tidak haram untuk berpuasa setelah nisfu sya'ban karena 3 perkara tersebut diambil dari beberapa hadits di bawah ini.

a. Hadits riwayat Imam Tirmidzi, Imam Abu Daud dan Imam Ibnu Majah :

إِذَا انْتَصَفَ شَعْبَانُ فَلَا تَصُومُوا
"Apabila sudah pertengahan Sya'ban, maka janganlah kalian berpuasa." (H.R. Al-Tirmidzi)

b. Hadits riwayat Imam Bukhori dan Imam Muslim yang artinya :

لاَ تَقَدَّمُوا رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ وَلاَ يَوْمَيْنِ إِلاَّ رَجُلٌ كَانَ يَصُومُ صَوْمًا فَلْيَصُمْه
"Janganlah kalian berpuasa satu atau dua hari sebelum Ramadhan, kecuali seseorang yang punya kebiasaan puasa sunah, maka bolehlah ia berpuasa." (HR. Bukhari dan Muslim).

c. Hadits riwayat Imam Muslim :

كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ إِلاَّ قَلِيلاً
"Nabi S.A.W biasa berpuasa pada bulan Sya'ban seluruhnya dan hanya sedikit saja hari-hari berbuka beliau di bulan sya'ban" (HR. Imam Muslim).

Dari ketiga hadits di atas, didapatkan kesimpulan bahwa kita dianjurkan untuk berpuasa sebanyak mungkin di bulan Sya'ban. Yaitu dari awal sya'ban hingga akhir. Dan jangan berpuasa setelah tanggal 15 Sya'ban kecuali engkau menyambung dari puasa di hari sebelumnya, atau untuk mengganti puasa atau karena kebiasaan berpuasa di hari-hari sebelumnya.

Itulah penjelasan dari Buya Yahya yang kami tulis kembali mengenai puasa di bulan sya'ban. Semoga dapat memeberikan manfaat bagi kita semua. Terima kasih telah berkunjung, dan terima kasih telah membaca.

Sumber: Buyayahya.org


0 komentar