5 Perkara Penting dalam Islam yang Harus Diajarkan kepada Anak

Pintuislami.com - Perkara penting dalam islam yang harus diajarkan pada anak. Anak adalah perhiasan dunia yang terindah, itulah ungkapan dari semua orang yang telah dikaruniai anak dari hasil pernikahan. Ya, dengan hadirnya sang anak, rasa penat bekerja seharian seakan lenyap seketika kita kita berjumpa, bertemu, bersenda gurau, dan tertawa bersama anak. Bersyukurlah karena telah dikaruniai anak.

5 Perkara Penting dalam Islam yang Harus Diajarkan kepada Anak
5 Perkara Penting dalam Islam yang Harus Diajarkan kepada Anak

Berbicara tentang anak, anak adalah titipan dari Allah yang nantinya akan menjadi penerus kita ketika kita telah tutup usia. Nah, agar menjadi penerus yang sesuai dan bisa lebih baik dari kita, tentunya kita harus merawatnya dengan baik, harus mendidiknya dengan serius, tidak asal-asalan memasukkan ke pendidikan, dan tidak membiarkan anak begitu saja. Lantas, pendidikan yang seperti apa yang perlu kita terapkan kepada sang anak? Yaitu pendidikan yang sesuai dengan ajaran islam ahlussunnah wal jama'ah. 

Anak atau bayi yang Allah anugerahkan kepada kita adalah mutiara yang masih berada dalam cangkangnya. Artinya belum terjamah oleh tangan-tangan luar. Hatinya masih suci. Ibarat kertas putih tanpa goresan atau ukiran. Lalu sedikit demi sedikit kepribadian dan perilaku anak akan terbentuk, dan itu tergantung lingkungan sekitar.

Dijelaskan oleh Rasulullah SAW, "Setiap bayi yang lahir itu dalam keadaan fitrah. Orang tuanya lah yang akan menjadikan ia Yahudi, Nasrani, atau Majusi." (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari hadits diatas, dijelaskan bahwa langkah kitalah yang akan menentukan bagaimana dan seperti apa anak kita nantinya. Apabila kita mendidikanya dengan baik, tentu akan menjadi anak yang baik, begitu sebaliknya. Maka dari itu kita harus mengajarkan hal-hal baik untuk anak agar dia dapat menirunya. Dan juga tunjukkan hal-hal jelek yang tidak boleh ditirunya. 

Diperlukan Hati yang Ikhlas dalam Mendidik Anak

Dalam mendidik anak, kita juga perlu hati yang bersih dan ikhlas. Apabila hati kita kotor, tentu akan sulit mempertahankan kebersihan hati sang anak yang pernah ada di awal hidupnya. Maka ajarkan dengan hati ikhlas dan penuh kesabaran.

Memang banyak rintangan, halangan, dan ujian yang datang ketika kita mendidik anak. Namun kita harus tetap sabar dan ikhlas dalam menjalankan amanah tersebut. Amanah dan tanggung jawab yang diberikan kepada kita juga akan menyelamatkan kita kelak di akhirat jika kita melakukannya dengan sungguh-sungguh, dengan benar, dengan sabar, dan ikhlas. Percayalah bahwa Allah akan menunjukkan jalan terbaik untuk sang anak melalui kita.

Ajarkan kepada Anak Mengenai Perkara Penting dalam Islam 

Ajarkan kepada anak tentang bagaimana berakhlak, bersikap, dan lain sebagainya. Jangan lupakan perkara penting dalam islam yang juga perlu diajarkan kepada anak. Perkara apa saja yang dimaksudkan? Berikut ini lima perkara penting dalam islam yang harus diajarkan kepada anak:

1. Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya

Mahabbah atau cinta hendaknya selalu didatangkan dalam hati masing-masing anak. Bukan hanya cinta kepada orang tua, saudara, dan teman saja. Bahkan yang lebih penting adalah menghadirkan cinta kepada Rabb-nya. Ya, cinta kepada Allah selalu sang pencipta dan mencintai Nabi serta Rasul yang diutus oleh Allah.

Menanamkan rasa cinta kepada Allah dan RasulNya sangatlah penting untuk dilakukan. Sebab, dengan mencintai Allah, sudah tentu akan mencintai semua ciptaanNya, yaitu para manusia serta makhluk hidup lainnya. Dan yang pasti akan selalu mentaati setiap perintah-Nya serta menjauhi semua hal yang dilarang oleh-Nya.

Rasulullah SAW bersabda, "Ada tiga perkara, barangsiapa yang ada padanya perkara-perkara tersebut, niscaya dia akan mendapatkan manisnya iman : (1) Allah dan rasul-Nya lebih dia cintai dari selain keduanya, (2) tidaklah dia mencintai seseorang, kecuali karena Allah, …" (HR. Bukhari dan Muslim).

Allah Ta’ala berfirman yang artinya, "Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Ali Imron: 31)

2. Mengajarkan Tata Cara Shalat

Mengajarkan anak kita bagaimana caranya shalat, sebenarnya bisa kita lakukan ketika anak masih kecil. Ajaklah sang anak dan suruh duduk melihat kita yang sedang shalat. Dengan membiasakan hal itu, tentu anak secara perlahan akan mencoba mengikuti gerakan-gerakan dari setiap rakaat. Setelah dia sedikit mengerti, maka barulah kita menjelaskan detail setiap rakaatnya. Mulai dari niat, bacaan yang harus dibaca, serta tata caranya yang benar.

Allah Ta'ala berfirman yang artinya, "Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu, Kamilah yang memberi rezki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa." (QS. Thaahaa: 132).

Dari ayat di atas, kita harus bersabar dalam mengajarkan sholat kepada anak-anak kita. Memang terkadang susah untuk diajarkan dan diatur, tapi apabila kita niat dan sabar serta ikhlas dalam mengajarkannya, insyaallah Allah akan memudahkan. Apabila anak sudah mencapai usia 7 tahun, maka wajib bagi orang tua untuk mengajarkan shalat dan memerintahkannya shalat. Setelah mencapai 10 tahun, orang tua diperbolehkan memukulnya, yaitu pukulan yang mendidik, bukan pukulan di kepala atau pukulan yang berniat menyakiti anak.

3. Mengajarkan Sunnah dan Mendidiknya di atas Sunnah

Mengajarkan sunnah nabi kepada anaknya merupakan suatu kewajiban bagi setiap orang tua. Karena Allah SWT telah memerintahkan kepada kita untuk mengikuti setiap sunnah tersebut. Maka wajib bagi kita untuk mengajarkan anak-anak kita mengenai amalan-amalan sunnah.

Allah Ta'ala berfirman yang artinya, "Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya." (QS. al-Hasyr: 7).

Dalam mengajarkan kesunnahan-kesunnahan, kita juga harus mengajarkan kepada sang anak agar menjauhi yang bid'ah. Sebab, dalam hadits shahih Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya sejelek-jelek perkara adalah perkara yang diada-adakan, dan setiap yang diada-adakan adalah bid'ah, dan setiap bid'ah adalah sesat, dan setiap kesesatan di neraka." (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan selainnya, shahih)

Namun yang perlu kita ketahui adalah tidak sembarang menuduh ini bid'ah dan itu bid'ah. Dalam mempelajari apakah hal itu bid'ah atau bukan, maka bergurulah kepada para Ulama, Masyayikh, dan para Guru-guru yang faham mengenai bid'ah. Mengapa harus demikian, sebab sekarang banyak golongan yang suka membid'ahkan tapi tidak tahu apa arti bid'ah yang sesungguhnya. Semoga kita, anak kita, dan keturunan kita selalu dijauhkan dari bid'ah dan dijauhkan dari sifat membid'ahkan orang lain secara tidak jelas.

4. Akhlak yang Baik

Dalam kehidupan, yang paling utama kita tanamkan dalam diri kita adalah akhlakul karimah. Ya, akhlak yang baik sangat diperlukan untuk menyelamatkan seseorang dari api neraka. Agar anak-anak kita bisa selamat dunia dan akhirat, maka ajarkanlah akhlak yang baik dan benar, akhlak yang sesuai dengan apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah, para sahabat, para ulama, dan para guru-guru.

Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada suatu amalan pun, yang lebih berat pada timbangan seorang hamba, daripada akhlak yang baik." (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan selainnya, shahih)

Ajarkanlah akhlak yang baik kepada anak-anak, akhlak berbakti kepada orang tua, akhlak menahan diri dari mengganggu dan menyakiti orang lain, akhlak menyebarkan salam, menjaga lisan, dan lain sebagainya. Jika kita bisa menanamkan akhlak yang baik pada anak sejak kecil, insyaallah ketika dewasa nanti akan menjadi orang yang berakhlakul karimah.

5. Pengajaran Al-Qur'an dan Ilmu Agama

Belajar Al-Qur'an hukumnya adalah wajib bagi orang muslim. Oleh sebab itu ajarkanlah Al-Qur'an kepada anak-anak kita sejak dini. Mengapa sejak dini? Agar setelah dewasa nanti tidak kesulitan dalam mempelajari dan mengamalkannya.

Rasulullah SAW bersabda, "Sebaik-baik kalian ialah yang belajar al-Quran, dan mengajarkannya." (HR. Bukhari)

Bukan hanya Al-Qur'an saja, melainkan juga ilmu-ilmu agama yang nantinya juga akan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Rasulullah bersabda, "Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya diantara jalan menuju surga. Sesungguhnya malaikat meletakkan sayapnya sebagai tanda ridho pada para penuntut ilmu. Sesungguhnya orang yang berilmu akan dimintakan ampunan oleh setiap penduduk langit dan bumi, sampai ikan pun yang berada dalam air. Sesungguhnya keutamaan orang yang berilmu dibandingkan dengan ahli ibadah adalah seperti perbandingan bulan di malam badar dari bintang-bintang lainnya. Sesungguhnya ulama adalah pewaris para Nabi. Sesungguhnya Nabi tidaklah mewariskan dinar dan tidak pula dirham. Barangsiapa yang mengambilnya, maka sungguh ia telah mendapatkan keberuntungan yang besar." (HR. Abu Daud, shahih).

Itulah lima perkara yang sangat penting untuk diajarkan kepada anak. Semoga kita selalu diberi kemudahan, kesabaran, dan keikhlasan dalam menjalankan amanah berupa mendidik anak yang merupakan titipan dari Allah SWT.

Terima kasih sudah berkunjung dan membaca, semoga bisa bermanfaat untuk kita semua. Terima kasih.

Sumber: buletin.muslim.or.id


0 komentar