4 Cara Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Pintuislami.com - Cara menyambut bulan suci ramadhan. Bulan suci ramadhan merupakan bulan istimewa yang paling ditunggu oleh orang-orang muslim. Sebentar lagi bulan ramadhan akan datang, alangkah bahagianya para kaum muslimin kedatangan bulan yang penuh keberkahan ini, bulan dimana Allah menurunkan Al-Qur'an, bulan datangnya kasih sayang, bulan yang penuh ampunan, dan bulan dibukakannya pintu taubat.

4 Cara Menyambut Bulan Suci Ramadhan
Sambut Ramadhan dengan Suka Cita

Bahkan, Al-Allamah Al-Musnid Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz dawuh mengenai bulan ramadhan, bahwa bulan ramadhan adalah tuan dari semua bulan, yang terbaik dari semua bulan, yaitu bulan di mana hadiah akan terus menerus dilimpahkan dari lautan kemurahan Ilahi.

Jika berbicara tentang bulan ramadhan, ramadhan adalah tamu yang istimewa. Apabila ramadhan adalah tamu yang istimewa, tentu sudah merupakan kewajiban bagi kita untuk menyambut kedatangannya dengan penuh suka cita serta memuliakannya. Ramadhan adalah anugerah dari Allah yang sangat mulia. Ini merupakan kesempatan bagi kita untuk menyiapkan masa depan kita di dunia maupun di akhirat. Oleh sebab itu kita harus mempersiapkan kehadirannya dengan persiapan yang paripurna agar kita dapat meraih gelar takwa serta mendapat ampunan dari Allah.

Lantas, apa saja yang harus kita persiapkan untuk menyambut datangnya bulan suci ramadhan? Bagaimana caranya kita menyambut bulan yang penuh berkah ini? Nah, berikut ini empat cara yang bisa kita lakuka untuk menyambut bulan suci ramadhan:

1. Niat yang sungguh-sungguh

Sebelum kita masuk bulan suci ramadhan, yang perlu kita persiapkan pertama kali adalah niat kita. Ya, niat kita harus niat yang benar dan sungguh-sungguh. Niat dalam hati kita harus dengan niat yang benar. Mengapa demikian? Sebab, banyak orang menganggap ibadah puasa ramadhan itu hanya sekedar ritual saja, sekedar ajang untuk menggugurkan kewajiba saja tanpa menghayati dan meresapi esensi ibadah tersebut. Puluhan kali bulan ramadhan menghampiri, akan tetapi jarang orang muslim yang meninggalkan pengaruh positif. Jika ramadhan telah berlalu, maka kembali ke keadaan atau kondisinya yang semula.

Lalu bagaimana niat yang yang dimaksudkan? Yaitu berniatlah bahwa ibadah puasa di bulan ramadhan kali ini, selanjutnya, dan ramadhan seterusnya, diniatkan untuk menghasilkan berbagai macam kebaikan dan memetik pahala sebanyak-banyaknya. Tanamkanlah keikhlasan dalam hati dan diri kita dalam melewati bulan yang mulia ini. Bayangkan bahwa tahun depan anda tidak akan menjumpai bulan ramadhan lagi dan ramadhan kali ini adalah ramadhan yang terakhir, maka anda akan terdorong untuk melakukan kebaikan tanpa adanya paksaan. Tanamkan tekad yang disertai dengan kekonsistenan dalam beramal dan beribadah.

Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan ikhlas dalam hatinya, maka Allah akan mengampuni dosanya yang telah berlalu."

2. Bertaubat dengan sungguh-sungguh

Dalam poin nomor dua ini, yang perlu kita akui adalah setiap manusia pasti punya dosa dan pasti memiliki kesalahan, dan yang membedakan adalah takaran besar kecilnya dosa serta kesalahan yang diperbuat. Atas pengakuan kita tersebut, maka kita harus segera bertaubat atas kesalahan dan dosa yang telah kita perbuat. 

Rasulullah SAW bersabda: "Setiap manusia adalah pendosa, dan sebaik-baik pendosa adalah mereka yang mau bertaubat" (HR. Imam Ahmad dan Ibnu Majah).

Lalu, kapan waktu yang tepat untuk bertaubat dari dosa dan kesalahan yang telah kita perbuat? Tentu sudah pasti jawabannya adalah 'secepatnya'. Namun jika taubat anda kurang sempurna, maka bulan ramadhan inilah yang pas untuk memperbarui taubat. Karena di bulan ramadhan ini dilipat gandakan kebaikan, dihapus serta diampuni dosa, dan diangkat drajatnya. Jika seorang hamba dituntut untuk bertaubat setiap waktu, maka di bulan ramadhan ini orang lebih dituntut lagi. Sebab, bulan ramadhan adalah bulan mulia, bulan di mana Allah menurunkan rahmat-rahmad-Nya ke bumi.

Bagi siapapun yang ingin bertaubat, Allah selalu membuka pintu taubat-Nya. Namun jangan hanya taubat-taubatan, taubatlah dengan bersungguh-sungguh, yaitu taubat nasuha. Taubat meinggalkan maksiatnya, menyesali maksiatnya, dan berjanji untuk tidak mengulangi kembali. Namun jika dosa yang dilakukan berkaitan dengan orang lain, hendaknya meminta maaf dan kerelaan terlebih dulu terhadap orang tersebut agar mendapat pengampunan dari Allah.

3. Mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan puasa dan ibadah ramadhan lainnya

Sebelum masuk bulan ramadhan, kita harus mempersiapkan hal apapun yang berkaitan dengan puasa ramadhan. Bukan hanya puasanya saja, akan tetapi juga ibadah lainnya di bulan ramadhan seperti shalat sunah tarawih dan sebagainya. Dari mana kita bisa mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan ibadah di bulan ramadhan? Yaitu dari ilmu yang kita pelajari, tentunya dari para masyayikh, ulama, dan para guru-guru kita.

Rasulullah SAW bersabda: "Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim" (HR. Ibnu Majah). 

Ilmu yang dimaksudkan dalam hadits di atas adalah ilamu yang berkaitan dengan ibadah yang Allah wajibkan setiap hamba. Setiap muslim harus mempelajari ilmu tersebut, sebab sah atau tidaknya ibadah yang dilaksanakan tergantung pengetahuannya. Sebagai contoh, kita akan melaksanakan ibadah puasa, tentu kita harus tahu apa saja rukunnya, apa saja yang membatalkannya, apa saja yang diwajibkannya, apa saja yang tidak diperbolehkannya saat kita berpuasa. Bukan hanya ilmu tentang puasa, akan tetapi juga ilmu lain yang berkaitan dengan ibadah ramadhan.

Anda bisa tahu lebih lanjut mengenai ibadah puasa di artikel Fiqih ringkas:

4. Persiapan fisik dan jasmani

Persiapan fisik dan jasmani juga sangat penting untuk diperhatikan sebelum masuk bulan suci ramadhan. Karena setelah kita masuk bulan puasa, kita wajib menahan diri untuk tidak makan dan minum seharian, yaitu dari pagi hingga sore (maghrib), selama sebulan penuh. Bukan hanya itu saja, di bulan ramadhan ini, kita juag perlu fisik dan jasmani yang kuat untuk menghidupkan malam ramadhan, seperti shalat tarawih, tadarus membaca Al-Qur'an, i'tikaf sepuluh hari di akhir bulan ramadhan, dan lain sebagainya.

Untuk mempersiapkan fisik kita di bulan ramadhan, kita bisa melatihnya di bulan sebelumnya, yaitu bulan sya'ban. Bahkan Rasulullah mencontohkan kepada umatnya untuk memperbanyak puasa di bulan sya'ban. Seperti yang telah di wartakan oleh Siti Aisyah sebagai berikut: "Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW berpuasa penuh kecuali di bulan Ramadhan, dan aku tidak pernah melihat beliau berpuasa lebih banyak dari bulan Sya'ban."

Itulah empat cara yang bisa kita lakukan untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Seudah sepantasnya kita sebagai orang muslim untuk menyambut dengan suka cita akan kedatangan bulan ramadhan yang penuh berkah ini.

Terima kasih sudah membaca, terima kasih juga telah berkunjung. Semoga bisa memberikan manfaat bagi kita semua. Amin.


0 komentar