Cinta Sekecil biji Atom Allah

Cinta Sekecil biji Atom Allah
Cinta Sekecil biji Atom Allah

Pintuislami.com - Cinta sekecil biji atom Allah. Kisah ini adalah kisah yang berlangsung ketika zaman Nabi Isa 'Alaihissalam. Kisah ini bermula ketika Nabi Isa berjalan melewati sebuah perkebunan di sebuah desa. Ketika melewati perkebunan, beliau melihat seorang pemuda yang sedang menyirami tanaman. Lalu Nabi Isa pun menghampiri si pemuda tersebut.

Nah, ketika pemudia itu melihat bahwa yang datang itu adalah seorang nabi, maka pemuda itu berkata kepada Nabi Isa, "Ya Nabiyullah Isa 'Alaihissalam, kumohon sudilah kiranya engkau memohon kepada Allah agar Ia berkenan memberikan cintaNya kepadaku, tidak apa-apa meski cinta yang Allah berikan kepadaku hanya sekecil biji atom."

Mendengar permintaan dari si pemuda itu, lalu Nabi Isa pun menjawab, "Wahai pemuda, engkau tidak akan kuat memikul cinta Allah, meskipun cinta yang Allah berikut hanya sekecil biji atom."

Meskipun Nabi Isa memberikan jawaban yang demikian kepada si pemuda itu, si pemuda tetap saja berkeinginan untuk tetap didoakan Nabi Isa. Hingga akhirnya si pemuda itu berkata kembali kepada Nabi Isa, "Jikalau memang aku tidak kuat memikul cinta Allah sebiji atom, maka mohonkanlah untukku kepada Allah, agar Allah memberiku setengah biji atom saja dari cintaNya."

Karena keinginan dari si pemuda itu begitu kuat, maka Nabi Isa pun tidak bisa menolaknya. Sebab hal itu juga merupakan keinginan yang baik. Maka Nabi Isa pun mengkabulkan dan mulai mendoakannya. Nabi Isa mengangkan kedua tangannya sembari berdoa kepada Allah, "Ya Allah, berikanlah setengah biji atom dari cintaMu kepada hambaMu ini." Setelah mendoakan si pemuda, lalu Nabi Isa pun beranjak pergi meninggalkannya.

Waktu terus berjalan, Sekian lama Nabi Isa meninggalkan perkebunan, hingga akhirnya Nabi Isa mendatangi kembali perkebunan itu. Melihat si pemuda yang tidak lagi di perkebunan itu, kemudian Nabi isa bertanya kepada masyarakat sekitar mengenai keberadaan si pemuda yang pernah beliau doakan. 

"Di manakah pemuda yang bekerja menyirami kebun ini?" Tanya Nabi Isa kepada orang-orang di desa.

Orang-orang desa pun menjawab, "pemudia itu telah bertingkah layaknya orang gila, kami tidak tahan melihatnya lalu mengusirnya dari desa ini."

"Lalu di mana sekarang ia berada?" Tanya balik Nabi Isa kepada warga desa.

"Orang itu sekarang berada di antara dua bukit itu" Kata mereka sambil jarinya menunjuk ke arah bukit yang dimaksudkan.

Maka Nabi Isa pun langsung bergegas menuju bukit tersebut untuk menghampiri si pemuda. Seampainya di sana, beliau melihat pemuda itu sedang bersembahyang. Isa sedang bersembahyang di atas batu besar.

Lalu Nabi Isa menyapa dengan salam yang lembut kepada si pemuda, "Assalamu'alaikum". Pemuda itu tidak menjawab dan tidak pula menoleh kepada Nabi Isa. Ia masih tetap dalam sembahyangnya. Nabi Isa pun mengulangi salamnya hingga dua sampai tiga kali. Namun si pemuda itu tetap saja diam di tempatnya dan tidak mengeluarkan sepatah kata pun.

Tiba-tiba Allah SWT berfirman, "Wahai Isa, demikianlah orang yang menerima separo biji atom dari cintaKu. Ia sudah tidak akan bisa mendengar ucapan manusia. Meskipun engkau memotong-motong tubuhnya dengan benda tajam seperti gergaji, ia tak akan merasakan kesakitan, itu karena kecintaannya kepadaKu." (Yazid Muttaqin)

Sumber:
Hadiqatul Auliya karya Tajudin Naufal


0 komentar