5 Catatan Penting di balik Kisah Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW

5 Catatan Penting di balik Kisah Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW
Catatan Penting Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW

Pintuislami.com - Catatan penting di balik kisah isra mi'raj. Dalam hitungan kalender hijriyah, bulan rajab adalah bulan ketujuh. Bulan Rajab adalah salah satu bulan yang suci atau bulan yang dimuliakan dan diagungkan oleh Allah SWT. Maka tak heran jika banyak orang melakukan amalan-amalan kebaikan di bulan ini, seperti puasa sunah rajab. Sebab, di bulan rajab terdapat suatu keutamaan atau keistimewaan yang luar biasa. Yaitu akan dilipat gandakan pahala orang yang melakukan amalan kebaikan.

Banyak keistimewaan yang terdapat di dalam bulan rajab, salah satunya adalah yang diiriwayatkan dalam suatu hadits, bahwa apabila Rasulullah SAW memasuki bulan Rajab beliau berdo’a dengan doa sebagai berikut:

"Ya, Allah berkahilah kami di bulan Rajab (ini) dan (juga) Sya’ban, dan sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan." (HR. Imam Ahmad, dari Anas bin Malik).

Dan juga keistimewaan lainnya berikut ini:

"Barang siapa berpuasa pada bulan Rajab sehari, maka laksana ia puasa selama sebulan, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya 7 pintu neraka Jahim, bila puasa 8 hari maka dibukakan untuknya 8 pintu surga, dan bila puasa 10 hari maka digantilah dosa-dosanya dengan kebaikan."

Dari kumpulan hadits diatas, dijelaskan bahwa Rasulullah selalu berdoa kepada Allah di bulan rajab, agar beliau, keluarga beliau, sahabat beliau, dan umat beliau mendapatkan keberkahan di bulan tersebut.

Dan ada juga suatu keistimewaan lainnya di bulan rajab, yaitu siapapun akan ditutupkan pintu neraka jahim dan dibukakan pintu surga, serta dihapuskan dosanya apabila berpuasa di bulan rajab. Maka berpuasalah di bulan rajab untuk mendapatkan keistimewaan tersebut.

Selain keistimewaan dan keutamaan tersebut, ada juga catatan penting bulan rajab yang perlu kita ingat. Yaitu catatan penting dibalik kisah Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Catatan seperti apa yang di maksudkan? Berikut ini lima catatan penting yang perlu diingat dibalik kisah Isra Mi'raj:

1. Perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Harom ke Masjidil Aqso

Dalam isra' mi'raj, Nabi Muhammad SAW diperjalankan oleh Allah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqso hingga ke atas langit ke tujuh. Perjalanan tersebut bukan hanya ruhnya Rasulullah saja, melainkan juga dengan badan beliau. Dan badan Nabi SAW masih tetap dalam bentuk aslinya dan tidak berubah menjadi cahaya seperti yang diceritakan oleh sebagian penulis-penulis yang kurang mengerti kisah isra' mi'raj.  Sebab, yang namanya mu'jizat itu adalah suatu kejadian yang luar biasa, jika Nabi SAW berubah menjadi cahaya, maka tidak akan menjadi luar biasa lagi. Maka dalam memahami hal ini, kita harus mengembalikan kepada Ulama, bukan sekedar menghayal dengan sendirinya.

Kita perlu memahami bahwa penemuan ilmiah tidak akan bertentangan dengan syari'at, kalau keduanya bertentangan, itu mungkin saja ada salah satu yang salah. Entah itu kajian ilmiahnya yang salah, atau salahnya seseorang dalam memahami syari'at. Dan perjalanan isra' mi'raj tidak bertentangan dengan penemuan ilmiah, karena perjalanan Nabi tidak bisa patuh dan tunduk pada riset dan kajian ilmiah. Tetapi, kejadian isra' mi'raj tersebut merupakan kejadian yang terjadi karena adanya kuasa Allah SWT yang menciptakan waktu dan tempat.

2. Makna dari Perayaan Isra' Mi'raj

Seperti yang telah kita ketahui bahwa di Indonesia ini selalu diadakan perayaan isra' mi'raj. Lalu, apa sebenarnya makna dari isra' mi'raj? Makna dari isra' mi'raj itu sendiri adalah mengagungkan dan menghidupkan sunnah Nabi Muhammad SAW. Karena perayaan isra' mi'raj akan selalu mengangkat tema kisah Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW, dengan pembahasan yang panjang dan ditekankan pada pemahaman akan kewajiban sholat dan makna-makna banyak hal yang diperlihatkan oleh Alloh kepada Nabi SAW. Perayaan ini bukanlah hal yang bertentangan dengan ajaran. Justru sebaliknya, Nabi memerintahkan kita untuk melaksanakan perayaan Isra' Mi'raj. Maka akan sangat aneh jika hal ini dikatakan bid'ah.

Memang ada beberapa pelanggaran syari'at yang sering dijumpai dalam perayaan isra' mi'raj. Antara lain, laki-laki dan perempuan merayakan isra' mi'raj dengan cara dikumpulkan menjadi satu. Bukan hanya itu, ada juga yang memperlihatkan auratnya hingga banyak yang melihatnya. Dan ada juga yang mempertontonkan suatu hal yang sebenarnya dilarang. Inilah yang perlu dibenahi. Bukan isra' mi'rajnya yang dipangkas, akan tetapi pelanggaran-pelanggaran inilah yang perlu dibenahi.

Berbicara tentang tanggal isra' mi'raj, ada perbedaan pendapat di kalangan para Ulama. Ada yang mengatakan tanggal 27 Rojab ada juga yang mengatakan selain tanggal tersebut. Namun masalah ini tidak perlu dibesar-besarkan dengan perdebatan yang mengundang amarah, yang jelas dan pasti bahwa Rasululloh SAW telah benar-benar isro’ mi’roj. Kita tidak merayakan hari dan tanggal, tapi kita merayakan isra' mi'raj dan kejadian yang ada dalam kisah isra' mi'raj.

3. Nabi Muhammad Berbicara langsung dengan Allah SWT

Saat Nabi Muhammad SAW dimi'rojkan (diangkat keatas langit ketujuh) oleh Allah SWT. Disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW berbicara langsung dengan Alloh SWT. Dalam hal ini, yang perlu dipahami adalah menurut jumhur ulama bahwa saat itu Nabi Muhammad tidak meliat Allah langsung dengan mata kepala beliau, namun beliau melihat Allah SWT dengan mata hati.

Adapun bagaimana caranya berbicara dengan Allah SWT tanpa melihatNya, itu adalah hakekat berbicara yang hanya Allah dan Nabi Muhammad saja yang tahu. Yang harus kita yakini, Nabi Muhammad SAW berbicara dengan Allah SWT bukan berarti melihat secara langsung dengan mata kepala beliau sendiri.

Namun ada juga yang berpendapat bahwa Rasulullah saat itu melihat Allah langsung dengan mata kepala beliau, hal ini seperti pendapat yang di nukil dari Imam an-Nawawi, Imam Qodi’iyadh dan Imam al-Farro’. Akan tetapi para pakar aqidah Ahlisunnah waljamaah menjelaskan bahwasanya pendapat itu merupakan pendapat yang lemah.

4. Nabi Muhammad SAW berbicara dengan Alloh SWT di atas Mustawa

Ada sebagian kaum muslimin setelah membaca kisah Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW berbicara dengan Allah SWT di atas Sidratul Muntaha dan di atas Mustawa lalu berangan-angan bahwa Alloh ada di atas langit sana. Yang pelru kita ketahui adalah, mustawa bukanlah tempat Allah bertinggal, akan tetapi tempatnya Nabi SAW saat berbicara dengan Allah. Allah tidak butuh tempat, atas dan bawah pun ciptaan Allah.

Disebutkan juga di dalam Al-Qur’an, Alloh mengajak bicara Nabi Musa As , di saat Nabi Musa berada di atas bukit Tursina. Yang harus dipahami lagi adalah bahwa bukit Tursina adalah tempatnya Nabi Musa, bukan tempatnya Allah. Lalu Allah di mana? Jika ada yang bertanya seperti itu. Maka jawablah bahwa Allah tidak butuh tempat, Allah tidak butuh mana-mana. Jangan tanyakan Allah di mana. Jawablah bahwa Allah ada di hati kita masing-masing.

5. Rosulullah SAW bertemu dan berdialog dengan para Nabi dan Rasul yang telah meninggal dunia

Dalam kisah Isra' Mi'raj, pasti kita akan mendengar bahwa Rasulullah SAW bertemu dan berdialog dengan para Nabi dan Rasul. Hal ini merupakan suatu mu'jizat, dimana setiap orang juga bisa mendapatkannya sebagai karomah. Artinya, setiap orang bisa bertemu dengan Nabi dan berdialog dengan beliau. Itu adalah suatu karomah bagi orang tersebut. Inilah yang pernah dialami oleh para kekasih Allah yang tak terhitung jumlahnya, yaitu bertemu dengan Nabi SAW.

Yang perlu diperhatikan adalah, berdusta mengatas namakan Rasulullah adalah suatu kesalahan yang besar, itu termasuk dosa yang besar. Berdusta bagaimana yang dimaksudkan? Yaitu mengaku pernah bermimpi bertemu Rasulullah dan berdialog bersama beliau. Padahal kenyataannya tidak perneh bermimpi bertemu dengan Rasulullah. Maka itu suatu dusta besar dan ancamannya adalah neraka jahannam. Semoga kita tidak termasuk orang yang pendusta.

Itulah beberapa catatan penting di balik kisah Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih sudah mau membaca dan terima kasih juga sudah berkunjung.

Sumber: Buyayahya.org

Baca juga: Amalan agar bisa hamil meski sudah divonis mandul


0 komentar