9 Penyakit yang Paling Ditakuti Orang Berilmu

9 Penyakit yang Paling Ditakuti Orang Berilmu
Periksa hati diri sendiri, apakah terdapat penyakit hati?

Pintuislami.com - Penyakit yang paling ditakuti orang berilmu. Dalam ajaran islam, ilmu memiliki kedudukan yang sangat penting. Hal ini terlihat dari banyaknya ayat-ayat Al-Qur'an yang memandang orang berilmu dalam posisi yang tinggi dan mulia. Di samping itu, hadits-hadits nabi juga banyak yang memberikan dorongan bagi kita untuk terus menuntut ilmu.

Allah SWT berfirman: "Allah meninggikan baeberapa derajat (tingkatan) orang-orang yang berirman diantara kamu dan orang-orang yang berilmu (diberi ilmupengetahuan).dan Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan" (QS. Al-Mujadalah : 11)

Dalam ayat di atas menunjukkan bahwa orang yang berilmu dan berilmu akan memperoleh kedudukan atau drajat yang tinggi. Keimanan seseorang akan mendorong dirinya untuk terus mencari ilmu, dan ilmu yang dimiliki seseorang akan membuatnya sadar bahwa betapa kecilnya manusia di hadapan Allah. Sehingga dengan begitu akan sadar, bahwa manusia tidak sepantasnya sombong, karena manusia tidak ada apa-apanya di hadapan Allah.

Berbicara tentang orang yang berilmu. Kita jangan berfikir bahwa orang yang berilmu akan terlindungi dari kebodohan dan akan terlepas dari berbagai macam godaan. Meskipun orang yang berilmu itu memiliki tingkat atau kedudukan atau drajat yang tinggi dihadapan Allah, bukan berarti orang yang berilmu itu terhindar dari godaan. Bahkan justru orang yang berilmu itu godaannya lebih besar daripada orang yang tidak berilmu. Tergantung bagaimana orang tersebut, apakah bisa melewati ujian itu atau tidak.

Orang yang berilmu dan dibarengi dengan iman yang kuat, insyaallah dapat menghadapi dan melewati ujian itu dengan baik. Jika dapat melewatinya dengan baik, tentu akan mendapatkan kedudukan yang tinggi dihadapan Allah. 

Namun sebaliknya, jika orang yang berilmu tersebut tidak mampu melewatinya dan mengikuti nafsunya serta terjerumus dalam godaan tersebut, maka ia lah yang justru akan menjadi penyebab kerusakan di muka bumi ini. 

Maka, berhati-hatilah kita bila memiliki ilmu. Bila kita tak berhati-hati, bisa saja kita akan terserang penyakit. Yaitu penyakit yang biasa menyerang orang-orang berilmu tanpa dibarengi iman yang kuat. Penyakit ini lah yang ditakuti oleh para orang yang berilmu. Karena biasanya tanpa disadari penyakit ini menyerang. Apa saja penyakit yang dimaksud? Berikut ini sembilan penyakit hati yang ditakuti dan bisa menyerang orang berilmu:

1. Sombong atau pamer

Sombong atau riya' atau pamer adalah salah satu penyakit hati yang biasa menyerang orang-orang berilmu. Bukan hanya orang yang berilmu, bahkan orang yang bodoh pun terkadang terserang penyakit sombong. Penyakit sombong atau riya' itu sendiri adalah suatu penyakit hati yang bila kita melakukan suatu hal, kita selalu ingin dilihat orang lain, kita selalu ingin dipuji orang lain, dan selalu ingin agar orang lain mengakui apa yang kita lakukan.

Sombong atau riya' lawannya adalah ikhlas. Penyakit sombong atau riya' terletak di dalam hati dan ikhlas terletak di dalam hati. Bahkan terkadang diri sendiri pun tidak mampu mendeteksi adanya penyakit riya'.

Bahkan Imam Ghozali membuat suatu perumpamaan seperti ini: "Penyakit riya' itu ibarat langkah kaki semut hitam yang berjalan di batu hitam di dalam kegelapan malam". Itu artinya riya' sangatlah halus ketika masuk ke dalam hati kita, sampai-sampai diri kita sendiri terkadang tidak menyadarinya. Itulah penyakit hati riya' atau sombong atau pamer.

2. Tidak mau mengalah

Ketika kita mampu melakukan suatu hal, dan juga ada orang lain mampu melakukan hal yang sama. Kita selalu ingin berada yang terdepan dan tidak mau mengalah agar orang lain yang menjadi terdepan. Inilah penyakit hati yang sering menyerang orang-orang berilmu. Kita selalu merasa iri ketika ada orang lain yang bisa menjadi terdepan atau bisa menjadi yang terbaik.

Sebagai contoh di kehidupan sehari-hari. Di suatu kampung atau desa, si A adalah orang yang berilmu, beliau juga mampu menghafal surat-surat panjang dalam Al-Qur'an. Namun di sisi lain, ada juga orang B yang berilmu, beliau juga mampu menghafal surat-surat panjang sama seperti si A. Yang membedakan keduanya adalah soal sikap. Si A suka iri, dan si B orangnya selalu terima apa adanya. Keduanya juga mampu menjadi imam sholat dan sudah memenuhi syarat sebagai imam sholat. Ketika waktu sholat tiba, si A sudah merasa kalau dirinya pasti akan dipilih oleh warga untuk menjadi imam shalat. Namun ternyata warga lebih memilih si B untuk menjadi imam di mushola tersebut. Si A merasa tidak terima, karena ia merasa kalau dirinya lebih pantas untuk menjadi imam. Setelah si A tidak terima, akhirnya si A memilih untuk melakukan suatu kejahatan pada si B.

Dari contoh di atas, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa ilmu yang tidak dibarengi dengan hati yang bersih, tentu dapat menyebabkan kita terserang penyakit hati, salah satunya adalah iri atau tidak mau mengalah. Karena kita selalu merasa paling pintar, akhirnya kita ingin selalu menjadi yang terdepan dan menjadi pemimpin. Inilah penyakit yang perlu kita waspadai.

3. Tidak mau mendengarkan orang lain

Memang benar kita memiliki ilmu, bahkan ilmu kita mungkin lebih banyak dari orang lain. Namun ketika orang lain berbicara, bukan berarti kita tidak perlu mendengarkan. Kita harus tetap mendengarkan siapapun yang berbicara kepada kita meskipun hal itu sudah pernah kita dengar. Mengapa demikian? Tujuannya adalah untuk menghargai orang yang sedang berbicara.

Tapi kenyataannya, banyak orang yang berilmu merasa dirinya paling pintar dan tidak mau mendengarkan penjelasan orang-orang yang tidak lebih pintar darinya. Ini adalah suatu penyakit hati yang bukan hanya merugikan diri sendiri, tapi juga sangat merugikan orang lain dan sangat menyakiti hati orang lain.

4. Ingin mengalahkan para Ulama'

Biasnya, orang yang berilmu itu merasa kalau dirinya paling pintar, merasa kalau dirinya paling bisa, dan merasa kalau dirinya itu tidak ada yang bisa mengalahkan kepintarannya. Sehingga timbul dalam hatinya keinginan untuk mengalahkan semuanya. Bahkan yang ingin dikalahkan pun terkadang para ulama'. Inilah penyakit yang sulit untuk disembuhkan. Penyakit yang menjadikan kita sebagai penentang para ulama. Karena kita merasa jalan kita ini sudah benar, sehingga tidak mau mengikuti para ulama.

Pada dasarnya ulama' adalah sosok yang menjadi panutan para umat. Dan para ulama' lah yang menuntun kita ke jalan yang benar. Jika kita menentang para ulama' tentu kemungkinan besar kita yang akan tersesat, meskipun kita merasa kalau diri kita sudah benar dan bahkan paling benar. Karena yang benar menurut kita itu belum tentu benar menurut Allah, dan yang salah menurut kita itu belum tentu salah menurut Allah. Jadi, jangan suka menyalahkan atau mudah menganggap orang lain salah.

5. Selalu ingin didengarkan

Mungkin setiap orang wajar memiliki keinginan untuk didengarkan ketika berbicara dengan seseorang. Yang dimaksud dalam poin ini adalah, ketika berbicara dengan orang lain, secara tidak langsung kita selalu memberikan paksaan kepada orang lain untuk mendengarkan kita. Bukan hanya mendengarkan, tapi juga memaksa untuk mengakui atau membenarkan setiap apa yang kita bicarakan.

Memang tidak ada salahnya jika kita ingin didengarkan, namun bukan berarti kita merasa kalau kitalah yang paling pantas untuk didengarkan. Jikalau mereka tidak mau mendengarkan kita dan ketika ditegur tetap tidak mau mendengarkan, biarlah itu hak mereka, yang penting kita sudah menyampaikan apa yang seharusnya kita sampaikan. Jangan pernah memaksa orang lain untuk selalu mendengarkan apa yang kita bicarakan. Itu hanya akan menjadi tekanan bagi mereka.

6. Ujub

Ujub adalah mengagumi diri sendiri. Kita selalu merasa bahwa diri kitalah yang paling pintar, dan kita memiliki kemampuan yang tidak dimiliki orang lain. Sehingga kita mengagum-ngagumi diri sendiri atas kemampuan yang kita miliki atau ilmu yang kita miliki.

Dalam hal ini, Imam Al-Ghazali menuturkan "Perasaan ujub adalah perasaan kecintaan seseorang pada suatu karunia dan merasa miliknya sendiri, tanpa mengembalikan keutamaannya kepada Allah".

Memang setiap orang memiliki kelebihan sendiri-sendiri yang tidak dimiliki orang lain. Tetapi, milik siapakah semua kelebihan itu? Tentu milik Allah SWT. Allah SWT berfirman:

Bagi Alloh semua kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di antaranya.” (QS. Al Maidah : 120)

Maksud ayat di atas adalah, apapun yang kita miliki semuanya itu miliki Allah. Semua yang kita miliki itu hanya sebagai titipan untuk kita agar kita dapat memanfaatkannya, dan bisa saja titipan itu sebagai ujian apakah kita dapat menyikapinya dengan baik atau tidak. Maka janganlah merasa kalau kita yang paling sempurna, kita yang paling pintar, dan kita tidak ada yang bisa mengalahkan. Itu penyakit hati yang sangat berbahaya.

7. Meremehkan orang lain dan orang awam

Memang 'kita memiliki kelebihan dan orang lain juga memiliki kekurangan'. Tapi jangan hanya memandang dari sisi itu saja. Jikalau kita hanya memandang satu sisi tersebut, kita hanya akan lebih sering meremehkan orang lain dan merendahkan orang lain.

Lihatlah juga pada sisi lainnya, yaitu 'kita juga memiliki kekurangan dan orang lain memiliki kelebihan'. Jika kia juga memandang sisi tersebut, kita pasti tidak akan berani meremehkan orang lain, karena kita tahu bahwa diri kita juga memiliki banyak kekurangan.

Kebanyakan orang berilmu yang tidak dibarengi dengan iman yang kuat, mereka merasa kalau dirinya paling pintar. Setelah itu, mereka meremehkan orang-orang yang dianggapnya bodoh atau meremehkan orang yang kemampuannya dibawah mereka. Inilah penyakit yang membahayakan. Jangan pernah kita merasa bahwa diri kita yang paling pintar. Ingat, orang lain juga memiliki kelebihan. Kita tidak tahu, bahkan satu detik kedepan orang yang kita remehkan justru lebih unggul dari kita. Karena Allah berkuasa. Jika Allah berkehendak, maka jatuhlah kita yang suka meremehkan.

8. Iri, dengki, hasad

Iri, dengki, hasad adalah suatu penyakit hati yang ketika orang lain mendapatkan nikmat, kita merasa diri kita tidak terima. "Mengapa dia yang mendapatkan nikmat melimpah? Mengapa tidak aku saja? Padahal kan aku yang ibadahnya lebih serius? Bahkan dia jarang beribadah, mengapa tidak aku saja yang mendapatkan nikmat itu? Apakah Allah itu tidak adil?".

Anda pernah berpikir seperti itu? Memang nikmat yang Allah berikan kepada makhlukNya itu berbeda-beda. Meskipun kita sudah beribadah dengan serius, dengan khusyu', dengan penuh istiqomah, tapi jangan pernah merasa kalau ibadah kita adalah ibadah yang paling sempurna. Meskipun kita tidak mendapatkan nikmat yang lebih dari orang lain, tetaplah husnudhon. Mungkin saja Allah akan mengganti nikmat dunia menjadi nikmat Akhirat yang lebih indah dan lebih menyenangkan.

Seharusnya kita juga perlu menyadari, bahwa keseriusan kita dalam beribadah itu adalah suatu nikmat yang besar. Maka, syukurilah nikmat yang kita dapatkan, jangan pernah merasa iri terhadap orang lain.

9. Syirik

Penyakit hati ini adalah penyakit yang sulit untuk mendapatkan pengampunan dari Allah. Mengapa demikian, karena syirik adalah penyakit hati yang menganggap Allah itu ada duanya. Coba kita bayangkan, ketika kita diduakan oleh suami atau istri kita, apa yang kita rasakan? Tentu kita merasa tidak terima bukan? Itu sebagai contoh kecil jika kita ingin memahami tentang syirik.

Mengapa orang berilmu bisa masuk dalam bab syirik? Lebih singkatnya seperti ini. Orang yang berilmu yang tidak dibarengi dengan iman dan tidak dibarengi dengan rasa mahabbah atau rasa cinta kepada Allah, maka akan dengan mudah syaitan menggoda dan menjerumuskan orang tersebut. Orang itu merasa kalau dirinya paling pintar dan tidak ada yang menandingi. Karena dirinya merasa tidak ada yang menandingi, akhirnya secara perlahan syaitan mempengaruhi dan membuat dirinya berpikir lain dari orang lain. Yaitu berpikir bahwa "orang itu bisa meminta sesuatu kepada selain Allah" atau berpikir sejenisnya yang masuk dalam bab syirik. Dengan pemikirannya yang semacam itu, maka dirinya pun memilih keluar dari iman dan memilih jalan syirik yang pernah ada dalam pikirannya. Inilah penyakit hati yang paling berbahaya.

Itulah beberapa penyakit yang paling ditakuti orang berilmu. Sebenarnya bukan hanya orang berilmu, tapi semua orang yang memiliki rasa mahabbah kepada Allah. Karena mereka semua takut kalau ilmu yang mereka miliki justru membawanya ke jalan yang tidak benar. Agar terhindar dari ilmu yang menyesatkan, maka pilihlah guru atau ustadz yang sudah terpercaya akan ilmunya. Semoga kita tetap dijaga oleh Allah SWT dan dituntun oleh Allah ke jalan yang diridhoiNya. Amin.

Do'a agar terhindar dari penyakit hati

Nah, berikut ini adalah do'a yang bisa kita amalkan agar terhindar dari semua penyakit di atas.

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ مُنْكَرَاتِ الأَخْلاَقِ وَالأَعْمَالِ وَالأَهْوَاءِ
“Allahumma inni a’udzu bika min munkarotil akhlaaqi wal a’maali wal ahwaa’ [Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari akhlaq, amal dan hawa nafsu yang mungkar].” (HR. Tirmidzi no. 3591, shahih)

Terimakasih sudah berkunjung di blog pintuislami. Terima kasih juga sudah mau membaca. Semoga bermanfaat bagi kita semua.


0 komentar