7 Amalan untuk Mendapatkan kesuksesan Hidup - KH. Mahrus Ali Lirboyo

7 Amalan untuk Mendapatkan kesuksesan Hidup - KH. Mahrus Ali Lirboyo
Amalan untuk Mendapatkan kesuksesan Hidup - KH. Mahrus Ali Lirboyo

Pintuislami.com - Amalan untuk mendapatkan hidup yang sukses dan mulia. Siapa yang ingin sukses? Sebagian besar orang tentu ingin agar hidupnya bisa sukses dan apa yang dilakukannya itu berhasil serta bermanfaat untuk masa depan. Ini suatu harapan yang wajar bagi setiap orang. Sebab, dengan kesuksesan, kita akan merasa bangga karena usaha kita selama ini dapat membuahkan hasil.

Lalu bagaimana caranya agar kita dapat menemui kehidupan yang sukses? Yaitu dengan melakukan suatu usaha keras serta doa yang tak pernah berhenti dipanjatkan dengan ketulusan. Jika kita sudah melakukan semua usaha dengan sungguh-sungguh, maka untuk hasilnya kita serahkan kepada Allah sembari memperbanyak doa.

Mengenai bagaimana cara mendapatkan kesuksesan hidup, ada beberapa amalan yang bisa kita lakukan. Amalan-amalan ini merupakan ijazah dari Kyai Besar Lirboyo, yaitu Syaikhona KH. Mahrus Ali. Beliau adalah seorang ulama yang tidak diragukan lagi soal keilmuannya. Beliau merupakan salah satu tokoh pendiri Pondok Pesantren Lirboyo dan juga termasuk pejuang kemerdekaan. Berikut ini ijazah dari KH. Mahrus Ali Lirboyo yang berupa tujuh amalan untuk mendapatkan kesuksesan hidup:

1. Orang ingin berhasil (sukses) itu kuncinya menghormati istri

Dalam hal ini, KH. Mahrus Ali berpesan kepada kita, jika kita sudah memiliki istri, maka hormatilah istri kita, sayangilah istri kita, bersikaplah adil terhadap istri, dan jangan membuatnya sakit hati. Dengan begitu, Insyaallah kesuksesan akan menghampiri kita dengan sendirinya. Kalau di dunia ini tidak mendapatkan kesuksesan, di akhirat kelak akan mendapatkan kesuksesan yang lebih sukses.

2. Apabila ingin hidup mulia, hormatilah orang tua khususnya ibu

KH. Mahrus Ali juga berpesan kepada kita agar selalu menghormati orang tua kapanpun dan dimanapun. Sebab, orang tua adalah orang yang telah dipilih oleh Allah sebagai perantara lahirnya kita. Maka jangan pernah menyakit hati orang tua kita, khususnya ibu kita. Mereka semua sudah susah payah berjuang untuk membesarkan dan menjadikan kita sebagai anak yang sholeh dan sholehah. Mereka adalah pahlawan bagi kita. Maka jika kita ingin sukse dan ingin hidup mulia, maka hormatilah orang tua, muliakanlah orang tua.

3. Hindari 2 masalah ini jikakalau anda menjadi seorang pemimpin

Pemimpin adalah sosok yang menjadi panutan masyarakat, sosok yang diharapkan masyarakat akan keberhasilannya dalam memimpin. Jika nanti kita menjadi seorang pemimpin, baik itu pemimpin masyarakat, negara, atau pemimpin rumah tangga bagi keluargannya, KH. Mahrus Ali berpesan kepada kita agar:
  • Tidak 'mata duitan'. Artinya yaitu jangan berlebihan dalam menyukai hal-hal yang berbau duniawi, karena apapun yang ada di dunia ini pasti akan lenyap. Dunia ini hanya sementara. Maka akan percuma bagi kita bila kita selalu membesar-besarkan urusan dunia, khususnya dalam hal uang.
  • Yang kedua adalah jangan sampai tergoda wanita. Sekarang ini banyak wanita-wanita yang suka menggoda pria. Memang godaan itu terkadang tidak tampak, karena menggodanya secara tidak langsung. Yaitu godaan dari wanita yang berasal dari 'pakaiannya yang ketat', 'rambutnya yang melambai-lambai', dan masih banyak lagi. Kita harus bisa menahan diri agar kita tidak terjerumus dalam perzinaan. Jika mampu bertahan dari kedua hal ini insyaallah akan selamat.

4. Perjuangan dilihat dari kesusahannya, bukan dari jumlah muridnya

Dalam hal ini, KH. Mahrus Ali menyadarkan kita bahwa perjuangan yang menunjukkan suatu kesuksesan bukanlah perjuangan yang hasilnya memuaskan namun dengan cara yang instan. Tapi perjuangan yang menunjukkan kesukesan adalah perjuangan yang penuh dengan susah payah atau perjuangan keras yang menguras banyak keringat (keringat dari kulit maupun dari hati).

Bahkan Nabi Sulaiman itu berhasil dalam 90 tahun dan Nabi Nuh berhasil dalam waktu 900 tahun. Tapi dalam Al-Qur'an yang dinamakan Ulul 'Azmi yaitu Nabi Nuh. Ini menunjukkan perjuangan dilihat dari kesusahan, bukan dari jumlah muridnya.

5. Riyadlohi lah ilmu yang anda punya

Riyadloh adalah penyempurnaan diri yang dilakukan secara terus-menerus. Artinya, jika kita memiliki ilmu, maka sempurnakanlah ilmu kita, jangan merasa ilmu kita sudah sempurna. Pelajarilah ilmu itu meski kita sudah pernah mempelajarinya. Jangan merasa kalau kita sudah mahir atau sudah pintar, merasalah kalau kita ini masih bodoh dan masih butuh ilmu. Dengan itu kita bisa terus mencari ilmu sebanyak-banyaknya.

Orang yang memiliki ilmu sambil diriyadlohi dengan ilmu yang tidak pernah diriyadlohi, itu hasil akhirnya pasti akan berbeda. Dan pasti akan lebih maksimal ilmu yang sambil diriyadlohi. Riyadloh yang paling penting adalah ISTIQOMAH. Istiqomah dalam mencari ilmu, dan istiqomah dalam kebenaran.

6. Jangan membayangkan besok akan menjadi orang kaya atau menjadi pemimpin

KH. Mahrus Ali berpesan, jika ingin sukses jangan pernah membayangkan besok atau nantinya akan menjadi orang kaya, jangan pernah membayangkan besok bakal menjadi seorang pemimpin. Yang terpenting adalah kita harus terus berjuang dan berjuang. Kita harus terus belajar dan belajar. Soal hasil nantinya, kita serahkan kepada Allah. "Yang penting itu prosesnya dulu, jangan membayangkan hasilnya akan seperti apa".

Hal ini sudah dibuktikan sendiri oleh Syaikhona KH. Mahrus Ali. Beliau ketika di pondok tidak pernah membayangkan akan menjadi kyai, tidak pernah membayangkan bakal jadi orang kaya. Akhirnya beliau menjadi orang yang mulia. Bahkan setelah menjadi orang mulia dan sukses di dunia, justru beliau takut dan berpikir "Jangan-jangan bagianku sudah habis di dunia saja, dan di akhirat tidak mendapatkan bagian". Begitu mulianya pemikiran beliau KH. Mahrus Ali.

7. Ngajarlah ngaji !!!

Pesan terakhir dari KH. Mahrus Ali yang perlu kita amalkan adalah "Ngajarlah ngaji...!". Jika kita sudah berusah payah mencari ilmu, baik itu di pondok maupun di sekolahan, maka setelah itu kita jangan berhenti begitu saja. "Ajarkanlah ilmu yang pernah anda dapat dari guru-guru anda". 

Bahkan dalam hal ini, KH. Mahrus Ali pun dawuh "Ngajarlah ngaji..!!! kalau kelak anda tidak bisa makan, potonglah telingaku!". Itu artinya, saat kita mengajar, kita jangan pernah takut tidak bisa makan, jangan pernah takut kalau kita tidak bisa membiayai kehidupan kita. Allah sudah mengatur rizki kita dan kita pasti akan mendapatkannya. Apalagi kalau kita mau berbagi ilmu kepada orang lain, tentu Allah akan memperbanyak rizki kita.

Itulah tujuh amalan yang merupakan ijazah dari Syaikhona KH. Mahrus Ali Lirboyo. Semoga kita bisa mengamalkan ijazah-ijazah tersebut agar mendapatkan barokah dari beliau, dan agar dapat dapat menemukan kesuksesan di dunia maupun di akhirat. Amin. Al-fatihah.

Semoga postingan ini bisa bermanfaat bagi kita. Terima kasih sudah berkunjung dan terima kasih sudah mau membaca.

Sumber: beritasantri.net


0 komentar