4 Karakteristik Penghafal Al-Qur'an

4 Karakteristik Penghafal Al-Qur'an
Karakteristik Penghafal Al-Qur'an

Pintuislami.com - Karakteristik penghafal al-Qur'an. Al-Qur'an adalah sebuah kitab suci agama islam yang didalamnya memuat segala aspek kehidupan. Tidak hanya dimuat kehidupan umat islam saja, melainkan juga kehidupan orang-orang non islam. Bahkan orang-orang non islam pun menjadi obyek seruan ajaran yang terkandung dalam kitab suci ini.

Berbicara mengenai Al-Qur'an, memang tidak heran jika ternyata ghiroh manusia tidak surut untuk mengkaji isi kandungan Al-Qur'an, dari awal mula turunnya Al-Qur'an hingga sekarang ini. Baik dari kalangan umat islam sendiri maupun dari orang-orang orientalis.

Memang merupakan suatu keistimewaan bagi kitab suci yang Al-Qur'an. Kitab ini selalu terpelihara dari segala bentuk perubahan yang dilakukan manusia. Banyak yang dengan berbagai cara ingin mengubah atau mengotak-atik isi dari Al-Qur'an dan juga mengubah maksud dari Al-Qur'an, tapi tidak pernah ada yang bisa melakukannya. Mereka tetap tidak akan bisa mengubah keorisinilan kitab suci tersebut. Hal ini karena Allah senantiasa akan menjaga kitab suci Al-Qur'an sebagaimana dalam firmanNya:

إِنَا نَحْنُ نَزَّلّْنَا الذِّكْرَى وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُوْنَ (الحجر: ٩)
“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (QS. Al-Hijr: 9)

Tidak terkecuali ghiroh untuk menjaga Al-Qur'an juga muncul dari umat islam. Banyak cara yang dilakukan para kaum muslimin demi terjaganya Al-Qur'an. Salah satu cara yang tidak asing lagi adalah dengan menghafalnya. Memang hal ini tidak mudah untuk dilakukan. Karena penghafal Al-Qur'an mengemban amanat yang sangat penting demi terjaganya kitab suci tersebut.

Dalam kitab karangan Syeikh Muhammad ibn Abdillah Idris yaitu "Hifdzul Qur'an", beliau mengungkapkan bahwa ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh seorang penghafal Al-Qur'an. Diantara syarat tersebut adalah memiliki niat yang benar dan tulus, tekad yang kokoh, cita-cita yang tinggi, serta istiqomah. Berikut ini penjelasan dari syarat-syarat tersebut:

1. Mempunyai niat yang benar dan tulus

Niat adalah modal utama untuk melakukan suatu hal. Bahkan hasil yang akan didapatkan pun tergantung bagaimana dan seperti apa niat yang ada di dalam hati. Begitu pula dengan penghafal Al-Qur'an. Para penghafal Al-Qur'an harus memiliki niat yang benar, tulus, dan suci. Namanya saja kitab suci, berarti harus dihafal dengan hati yang suci.

Seorang penghafal Al-Qur'an hendaknya meluruskan niatnya hanya untuk mencari ridho Allah SWT semata dan tulus dalam melaksanakannya. Artinya, menghafal Al-Qur'an bukan karena paksaan dari siapapun dan bukan karena mengharap balasan dari selain Allah SWT. Dengan niat yang suci, Insyaallah dapat dengan mudah menghafal Al-Qur'an dan menjaga hafalannya.

2. Mempunyai tekad yang kokoh

Dalam melakukan suatu hal, setiap orang pasti tidak akan lepas dari yang namanya masalah atau ujian atau cobaan. Ujian ini akan membuktikan apakah orang itu benar-benar memiliki tekad yang kuat atau tidak. Tidak terkecuali bagi para penghafal Al-Qur'an, penghafal Al-Qur'an juga tidak akan luput dari yang namanya masalah, ujian, dan cobaan. Baik itu berasal dari diri sendiri maupun dari orang lain.

Meskipun banyak cobaan atau ujian yang menghadang, jika orang itu benar-benar memiliki tekad yang kuat, tentu tidak akan tergoyahkan dan akan berusaha keras untuk melewati ujian dan cobaan itu dengan baik. Sikap mental seperti ini sangat dibutuhkan oleh setiap orang terutama bagi seorang penghafal Al-Qur'an.

3. Mempunyai cita-cita yang tinggi

Perlu kita ketahui, bahwa Al-Qur'an bukanlah hanya berfungsi sebagai sumber hukum islam yang pertama dan utama, namun juga memuat petunjuk dan pedoman untuk mendapatkan kehidupan yang mulia. Oleh sebab itu, tidak ada alasan untuk tidak menjaga kitab suci ini.

Menjaga kitab suci Al-Qur'an adalah suatu keharusan bagi umat islam. Umat islam telah dimuliakan oleh Allah dengan dijadikannya Al-Qur'an  sebagai kitab suci agama mereka. Untuk itu, kita harus menjaga kitab suci ini dari jamahan tangan-tangan kotor, meskipun Allah telah berjanji menjaganya.

4. Istiqomah

Suatu amal ibadah pasti akan bernilai jika dilakukan dengan intensitas yang banyak. Namun, amal ibadah akan lebih bernilai jika dilakukan secara istiqomah meskipun dengan intensitas sedikit. Misalnya, orang yang melakukan sholat tahajut atau sholat dluha dua rakaat setiap harinya akan lebih baik dibandingkan dengan sholat delapan rakaat tapi dilakukan seminggu sekali atau tiga hari sekali, bahkan dua hari sekali. Karena keutamaan istiqomah ini hingga dikatakan lebih baik daripada seibu karomah.

Suatu keistimewaan bagi mereka yang memiliki keistiqomahan yang kuat. Dengan adanya istiqomah yang kuat ini akan dapat menuntun dirinya secara perlahan ke jalan yang lebih baik.

Itulah beberapa karakteristik penghafal Al-Qur'an. Semoga postingan ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih telah mengunjungi blog pintu islami dan terima kasih telah membaca.

Sumber: ppssnh.malang.pesantren.web.id


0 komentar