Keutamaan Membaca Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW

Lubabul Hadits - Keutamaan Sholawat
Lubabul Hadits - Keutamaan Sholawat

Pintuislami.com - Lubabul Hadits. Sebelum kita membahas tentang keutamaan-keutamaan membaca sholawat kepada Nabi. Lebih dulu, sholawat serta salam marilah kita sanjungkan kepada junjungan Nabi agung kita yaitu Nabi Muhammad SAW, dan keluarga, sahabat-sahabat, serta para pengikut Beliau. Semoga kita merupakan makhluk yang kelak mendapatkan syafaat di yaumul qiamah. Amin.

Berbicara tentang keutamaan sholawat, sebenarnya ada banyak keutamaan-keutamaan yang bisa kita dapatkan jika kita mau membaca sholawat atas Nabi Muhammad SAW. Bahkan, sebegitu utamanya ibadah membaca atau mengucapkan sholawat, Allah dan para malaikatNya pun ikut bersholawat kepada Nabi. Seperti dalam firman Allah berikut ini:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

"Sesungguhnya Allah dan para Malaikat bersholawat atas Nabi, wahai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkan salam penghormatan kepadanya". (QS. Al-Azhab 56).

Dari ayat diatas sudah jelas bahwasannya keutamaan dari membaca shalawat itu sendiri sangatlah besar. Jika kita mau menyadari akan hal ini, tentu dalam hati kita akan bertanya-tanya:

"Kalau Allah dan para Malaikat saja bersholawat kepada Nabi, kenapa kita tidak mau atau malas membaca shalawat kepada Nabi?"

Pertanyaan inilah yang seharusnya sering dihadirkan dalam hati dan diri kita masing-masing agar kita sebagai umat muslim mau membaca sholawat kepada Nabi.

Berbicara tentang sholawat, bahkan ada satu hadits Nabi yang mungkin bisa menyadarkan kita, bahwasannya kalau kita tidak mengucap sholawat ketika mendengar seseorang mengucap nama Nabi Muhammad SAW, maka kita termasuk golongan orang yang tidak terpuji. Berikut hadits lengkapnya:

أربع من الجَفَاءِ أن يبول الرجل وهو قائم، وأن يمسح جبهته قبل أن يفرغ من الصلاة، وأن يسمع النداء فلا يشهد مثل ما يشهد المؤذّن، وأن أذكر عنده فلا يصلي عليّ. (رواه البزار والطبراني)

Artinya:
Ada empat perbuatan yang termasuk perbuatan tidak terpuji, yaitu (1) bila seseorang buang air kecil sambil berdiri, (2) seseorang yang mengusap dahinya sebelum selesai dari shalatnya, (3). Seseorang yang mendengar adzan tetapi ia tidak menirukan seperti yang diucapkan muadzin, (4) seseorang yang apabila mendengar namaku disebut, tetapi ia tidak membacakan shalawat atasku. (HR. Bazzar dan Tabhrani)"

Dari hadits diatas, ada pelajaran yang sangat berharga bagi kita. Ketika kita mendapat bantuan dari orang lain, tentu kita akan sangat berterimakasih kepada orang tersebut bukan? Nah, hal ini juga berlaku untuk Rasulullah. Jika kita mau berfikir lebih dalam lagi, sebenarnya Rasulullah telah menolong kita dari jalan kegelapan menuju jalan yang lebih terang dan diridhoi Allah. Oleh sebab itu kita harus berterimakasih kepada Rasulullah dengan mengucapkan SHOLAWAT kepada Nabi wa Rasulullah Muhammad SAW.

Adapun keutamaan-keutamaan dari membaca shalawat kepada Nabi, berikut ini 10 keutamaan membaca sholawat kepada Nabi yang kami ambil dari kitab LUBABUL HADITS. Silahkan simak berserta penjelasannya di bawah ini.

1. Akan mendapatkan sepuluh kesejahteraan


Nabi Muhammad SAW bersabda, "Barang siapa bersholawat satu kali kepadaku, maka Allah akan memberikan sepuluh kesejahteraan kepadanya."

Dari hadits diatas, dijelaskan bahwa Allah akan memberikan sepuluh kesejahteraan bagi siapapun ang mengucapkan sholawat atau membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Baik itu kesejahteraan di dunia maupun di akhirat. Jadi, jika kita ingin mendapatkan kesejahteraan lebih banyak dari Allah, maka bersholawatlah, jangan bosan untuk bersholawat.


2. Akan mendapat kabar gembira (surga) sebelum meninggal


Nabi Muhammad SAW bersabda, "Barang siapa bersholawat kepadaku seribu kali, maka dia tidak akan meninggal hingga diberi kabar gembira dengan surga."

Hadits diatas menjelaskan bahwa bagi siapapun yang bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW sebanyak seribu kali, maka orang tersebut tidak akan meninggal dunia sebelum diberikan kabar berupa tanda-tanda akan kegembiraannya didalam surga.

3. Mendapat rahmat berlimpah dan tidak akan tersentuh api neraka


Nabi Muhammad SAW bersabda, "Barang siapa bersholawat kepadaku dengan satu sholawat, maka Allah akan memberinya sepuluh rahmat. Barang siapa bersholawat kepadaku sepuluh kali, maka Allah akan memberinya seratus rahmat. Barang siapa bersholawat kepadaku seribu kali, maka ia tidak akan disentuh oleh api neraka."

Dari hadits diatas, dijelaskan bahwa Allah akan memberikan rahmat kepada siapapun yang bersholawat kepada Nabi. Dan rahmat yang diberikan Allah kepada orang yang bersholawat, 10 kali lipat lebih besar dari banyaknya kita dalam bersholawat. Bahkan jika kita mau bersholawat 1000 kali, maka Allah tidak akan membiarkan api neraka menyentuh tubuh kita.

4. Jika lupa bersholawat maka telah memilih jalan yang salah


Nabi Muhammad SAW bersabda, "Barang siapa lupa bersholawat kepadaku, maka ia sungguh telah salah menuju jalan surga."

Bahkan sebegitu pentingnya bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW, dalam hadits tersebut dijelaskan bahwa bagi siapapun yang ingin menuju jalan surga tapi tidak mau bersholawat, maka orang tersebut sungguh telah salah dalam memilih jalan. Maka sudah pasti akan tersesat. Sebab, salah satu kunci menuju jalan surga adalah dengan bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

5. Akan mendapatkan keutamaan di hari kiamat


Nabi Muhammad SAW bersabda, "Sesungguhnya manusia yang paling utama bagiku pada hari kiamat adalah mereka yang paling banyak bersholawat kepadaku."

Sebegitu besarnya keutamaan bersholawat, bahkan Nabi Muhammad SAW pun bersabda bahwa manusia yang paling utama di hari kiamat nanti adalah manusia yang paling banyak sholawatnya. Minimal pernah bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Insyaallah bagi kaum muslim dan muslimin yang bersholawat kepada Nabi, akan mendapat pertolongan syafaat dari Nabi ketika hari kiamat datang. Amin.

6. Sholawat akan menghapus dosa-dosa


Nabi Muhammad SAW bersabda, "Sholawat kalian kepadaku adalah penghapus (dosa-dosa)."

Dalam hadits diatas, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa bagi siapapun yang ingin agar dosanya bisa diampuni, maka jangan lelah untuk bersholawat kepada Nabi. Namun meskipun begitu, kita tidak boleh hanya mengandalkan bersholawat lalu terus-menerus melakukan dosa. Kita tetap memperbaiki kesalahan kita dan bertaubat atas dosa yang telah kita lakukan, sembari memperbanyak membaca istighfar serta sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

7. Bersholawat di hari jum'at akan dihapus dosanya


Nabi Muhammad SAW bersabda, "Barang siapa bersholawat kepadaku empat puluh kali setiap hari jum'at, maka Allah akan menghapus semua dosanya."

Hari jum'at adalah hari yang paling utama diantara semua hari. Isilah hari-hari jum'at kita dengan selalu beribadah dan berdzikir kepada Allah. Dan salah satu ibadah yang bisa kita lakukan adalah dengan membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Bahkan dalam hadits diatas disebutkan bahwa siapapun yang bersholawat kepada Nabi sebanyak 40 kali setiap hari jum'at, maka Allah akan menghapus semua dosanya.

Yang dimaksud dosa di atas adalah dosa-dosa kecil. Lalu bagaimana dengan dosa-dosa besar? Yaitu harus melalui proses taubat tertentu agar bisa diampuni. Namun dengan bersholawat kepada Nabi, insyaallah proses taubat kita dari dosa akan lebih mudah untuk diampuni.

8. Bersholawat akan merobohkan dinding penghalang doa


Nabi Muhammad SAW bersabda, "Tiadalah dari sebuah doa kecuali antara doa dan langit terdapat sebuah hijab (penghalang) hingga ia bersholawat kepadaku. Jika bersholawat kepadaku terkoyaklah hijab tersebut dan terangkat doa tersebut."

Dalam hadits tersebut dijelaskan bahwa di atas langit terdapat sebuah hijab yang menghalangi doa kita. Hijab atau penghalang tersebut akan bisa ditembus setelah kita mau mengucapkan atau membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Oleh sebab itu kita sangat dianjurkan membaca Sholawat kepada Nabi Muhammad SAW ketika akan berdoa maupun setelah berdoa.

9. Bersholawat kepada Nabi akan dipenuhi hajatnya


Nabi Muhammad SAW bersabda, "Barang siapa bersholawat kepadaku seratus kali dalam sehari maka Allah memenuhi seratus hajatnya. Tujuh puluh diantaranya untuk akhirat dan tiga puluh diantaranya untuk dinianya."

Siapapun yang bersholawat kepada Nabi sebanyak 100 kali dalam sehari, maka Allah akan mengkabulkan setiap seratus hajat atau keinginannya. Seratus hajat itu terbagi menjadi dua, yaitu 70 diantaranya untuk akhirat, dan 30 sisanya untuk dunianya.

Namun meskipun begitu, kita juga harus tetap memperhatikan ketulusan dan kecintaan kita kepada Allah dan Nabi-Nya untuk dapat dikabulkan doa serta hajat kita. Sebab, pengkabulan doa serta hajat yang kita inginkan itu tergantung seberapa besar ketulusan dan kecintaan kita kepada Allah, Nabi-Nya, serta kepada orang-orang sholih (Sahabat, Tabi'in, Tabi'it Tabi'in, Ulama', dan orang-orang sholih lainnya).

10. Akan mendapatkan rahmat dari Allah dan malaikat serta kabar gembira sebelum meninggal


Nabi Muhammad SAW bersabda, "Barang siapa bersholawat kepadaku satu kali, maka Allah dan malaikat-Nya akan memberikan rahmat dengan dua puluh rahmat. Dia tidak akan meninggal hingga diberi kabar dengan surga."

Dalam hadits diatas dijelaskan bahwa Allah dan para Malaikat akan memberikan rahmat kepada siapapun ang mau bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW meskipun hanya satu kali. Namun yang perlu diingat adalah bersholawat dengan cinta dan ketulusan. Satu kali kita bersholawat, 20 rahmat akan turun menghampiri kita. Dan kita pun tidak akan meninggal sebelum mendapatkan kabar akan kebahagiaan kita dialam surga.

Itulah beberapa keutaman tentang membaca Sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Jika kita mau membaca sholawat dengan keikhlasan, kecintaan, dan ketulusan, insyaallah kita akan mendapatkan syafaat kelak fii yaumil qiamah. Amin.

Jika ada kata-kata atau kalimat yang kurang pas, mohon untuk bisa memberikan kritik dan saran dengan menuliskan komentar dibawah atau langsung saja di kontak blog pintu islami. Terimakasih telah berkunjung dan membaca. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Baca juga BAB sebelumnya: Keutamaan Bismillah.

Referensi : 
- Kitab Terjemahan Lubabul Hadits (Syeikh Jalaludin Assuyuthi - M. Khoiron GZ.)
- ngaji.web.id


0 komentar