Keutamaan Ilmu dan Ulama

LUBABUL HADITS - Keutamaan Ilmu dan Ulama
LUBABUL HADITS - Keutamaan Ilmu dan Ulama

Keutamaan ilmu dan Ulama. Ilmu berasal dari bahasa arab yaitu علم, masdari dari عَـلِمَ – يَـعْـلَمُ yang memiliki arti tahu atau mengetahui. Sedangkan menurut istilah, ilmu adalah pengetahuan suatu budang yang disusun secara sistematis dengan metode-metode tertentu yang digunakan untuk menerangkan suatu gejala-gejala tertentu dalam bidangnya.

Dalam islam, ilmu memiliki kedudukan yang sangat tinggi, hal ini dibuktikan oleh banyaknya ayat-ayat Al-Qur'an yang menerangkan atau membahas tentang orang-orang yang berilmu. Dalam Al-Qur'an disebutkan bahwa Allah memandang orang-orang yang berilmu dalam posisi yang tinggi dan mulya. Belum lagi hadits-hadits Nabi yang memberikan dorongan bagi para umatnya untuk selalu menuntut ilmu.

Sedangkan pengertian dari Ulama adalah orang yang memiliki ilmu atau berilmu. Dalam artian, memiliki wawasan luas dalam ilmu agama islam. Baik itu ilmu Al-Qur'an, Hadits, Fiqih, Ushul Fiqih, dan ilmu islam lainnya. 

Berbicara tentang keduanya, yaitu ilmu dan ulama. Ada keutamaan-keutamaan diantara keduanya. Bahkan keutamaan tersebut akan bisa memberikan keuntungan bagi kita meski kita belum termasuk dalam golongan ulama. Semoga saja kita bisa menjadi ulama yang sholih dan 'alim.

Berikut ini beberapa keutamaan ilmu dan ulama dalam kitab Lubabul Hadits:

1. Utamanya duduk dalam majelis ilmu

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْه ِوَسَلَّم لِإِبْنِ مَسْعُوْدٍ  رَضِيَ اللهُ عَنْهُ : يَا اِبْنَ مَسْعُوْدٍ جُلُوْسُكَ سَاعَةً فِي مَجْلِسِ الْعِلْمِ , لَا تَمَسَّ قَلَمًا وَلَا تَكْتُبُ حَرْفًا خَيْرٌ لَكَ مِنْ عِتْقٍ رَقبَةٍ، وَنَظَرُكَ اِلَى وَجْهِ الْعَالِمِ خَيْرٌ لَكَ  مِنْ اَلْفِ فَرَسٍ تَصَدَقْتَ بِهَا فِي سَبِيْلِ اللهِ, وَسَلاَمُكَ عَلَى الْعَالِمِ خَيْرٌلَكَ مِنْ عِبَادَةِ اَلْفِ سَنَةٍ
Nabi Muhammad SAW bersabda kepada Ibnu Ma'ud r.a, "Hai Ibnu Mas'ud! Kamu duduk sesaat dalam sebuah majelis ilmu, meski kamu tidak menyentuh pena dan tidak menulis satupun huruf, itu lebih baik bagimu daripada membebaskan seribu budak. Kamu melihat wajah orang alim adalah lebih baik daripada kamu menyedekahkan seribu kuda di jalan Allah. Kamu mengucapkan salam kepada orang almi adalah lebih baik daripada ibadah seribu tahun".

Dalam hadits tersebut mengajarkan kepada kita bahwa berkumpul bersama orang-orang sholah, yaitu para ulama atau orang alm, merupakan suatu keistimewaan. Berkumpul dan duduk di majelis ilmu bersama orang 'alim akan memberikan keistimewaan kepada kita. Bahkan dalam hadits itu Nabi mengatakan, duduk di majelis ilmu meski tidak menulis dan tidak apa, hanya duduk, maka akan mendapatkan keutamaan lebih dari menyedekahkan kuda di jalan Allah. Itulah istimewanya majelis ilmu.

2. Utamanya menjauhkan diri dari yang haram (faqih lagi wara')

وَقَالَ  صلى الله عليه وسلم : فَقِيْهٌ وَاحِدٌ مُتَوَارِعٌ اَشَدَّ عَلَى الشَّيْطَانُ مِنْ اَلْفِ عَابِدٍ مُجْتَهِدٍ جَاهِلٍ وَرِعٍ
Nabi Muhammad SAW bersabda, "Seorang yang faqih lagi wara' (menjauhkan diri dari yang haram), akan lebih berat bagi setan untuk menggodanya dari pada seribu abid yang bersungguh-sungguh (dalam beribadah) yang bodoh (tidak faqih) yang wara'".

Orang yang menjauhkan diri dari berbagai macam keharaman atau berbagai hal yang membuat dirinya dihukumi melakukan keharaman, maka orang tersebut akan mendapatkan keutamaan kekuatan hati, atau benteng pertahanan yang tahan dari berbagai godaan setan. Bahkan benteng itu lebih besar dari pada benteng milik seorang abid, atau orang yang bersungguh-sungguh dalam beribadah.

3. Keutamaan orang 'alim seperti malam purnama

وَقَالَ صلى الله عليه وسلم : فَضْلُ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ
Nabi Muhammad SAW bersabda, "Keutamaan orang 'alim atas abid (ahli ibadah) seperti keutamaan malam purnama atas seluruh bintang".

Keutamaan orang yang 'alim atau berilmu atas orang yang ahli beribadah, seperti halnya keutamaan malam purnama atas seluruh bintang. Begitu besarnya keutamaan tersebut. Maka dari itu kita perlu untuk mencari ilmu agar menjadi orang yang 'alim dan mendapatkan keutamaan tersebut. 

4. Utamanya berpindah tempat dengan niat menuntut ilmu

وَقَالَ صلى الله عليه وسلم : مَنِ انْتَقَلَ لِيَتَعَلَّمَ عِلْمًا غُفِرَ لَهُ قَبْلَ اَنْ يَخْطُوَ
Nabi Muhammad SAW bersabda, "Barang siapa yang berpindah tempat untuk menuntut ilmu (agama) akan diampuni dosanya sebelum ia melangkah".

Memilih untuk meninggalkan harta benda yang ada di sini, dan memilih untuk berpindah ke sana untuk menuntut ilmu. Maka apa yang dilakukannya itu merupakan suatu keistimewaan yang besar. Sebab sebelum melangkah dan setiap langkahnya akan diampuni semua dosa yang dimilikinya. Yaitu dosa-dosa kecil. 

5. Utamanya memuliakan para ulama

وَقَالَ صلى الله عليه وسلم : أَكْرِمُوا الْعُلَمَاءَ , فَإِنَّهُمْ عِنْدَ اللهِ كُرَمَاءُ مُكْرَمُوْنَ
Nabi Muhammad SAW bersabda, "Muliakanlah ulama, karena mereka di sisi Allah terpilih lagi dimuliakan".

Dari hadits diatas, mengajarkan kepada kita bahwa sesama orang islam harus saling menghormati dan memuliakan. Khususnya memuliakan para ulama dan Dzuriah Nabi. Mengapa demikian, sebab mereka adalah orang-orang yang terpilih dan selalu dimuliakan oleh Allah. Jika kita memuliakan orang 'alim atau ulama, maka kita juga akan mendapat kemuliaan dari Allah.

6. Diciptakan Malaikat untuk memohonkan ampun kepada orang yang suka memandang ulama

وقال صلى الله عليه وسلم: من نظر إلى وجه العالم نظرة ففرح بها خلق الله تعالى من تلك النظرة ملكا يستغفر له إلى يوم القيامة
Nabi Muhammad SAW bersabda, "Barang siapa memandang wajah orang 'alim dengan pandangan yang menggembirakan, maka Allah Ta'ala akan menciptakan malaikat karena pandangan tersebut, yang akan memohonkan ampun untuknya hingga hari kiamat".

Hadits diatas mengajarkan kepada kita agar kita tidak benci kepada para ulama atau orang 'alim. Sebab orang 'alim dimuliakan oleh Allah. Kita pun akan mendapatkan keutamaan yang sangat besar jika kita mencintai para ulama. Bahkan saat kita memandang para orang 'alim saja dengan wajah mahabbah atau kebahagiaan atau kecintaan atau penuh kasih sayang, Allah akan menciptakan Malaikat dari hasil kita memandang. Dan Malaikat tersebut akan memohonkan ampun untuk kita sampai nanti hari kiamat.

7. Memuliakan orang 'alim akan mendapat tempat di surga

وقال النبي صلى الله عليه وسلم: من أكرم عالما فقد أكرمني، ومن أكرمني فقد أكرم الله، ومن أكرم الله فمأواه الجنة
Nabi Muhammad SAW bersabda, "Barang siapa memuliakan orang 'alim, maka sungguh ia telah memuliakan aku. Dan barang siapa memuliakan aku, maka sungguh ia telah memuliakan Allah. Barang siapa memuliakan Allah, maka akan tempatnya adalah di surga".

Dari hadits di atas menjelaskan kepada kita bahwa orang yang 'alim itu sangat dimuliakan oleh Allah. Allah saja memuliakan orang 'alim, kenapa kita sebagai hamba Allah tidak memuliakan apa yang dimuliakan oleh Allah?. Kita diajarkan untuk selalu memuliakan orang-orang yang 'alim atau berilmu, itu artinya kita tidak boleh sombong dengan ilmu yang kita miliki, sebab kita tidak tahu seberapa dalam ilmu orang yang ada di hadapan kita. Jadi, muliakanlah orang yang yang 'alim atau berilmu. Dengan memuliakan orang 'alim, maka sama halnya kita memuliakan Allah dan NabiNya.

8. Keutamaan tidurnya orang 'alim atau ulama

وقال النبي صلى الله عليه وسلم: نَوْمُ العَالِمِ أَفْضَلُ مِنْ عِبَادَةِ الجَاهِلِ
Nabi Muhammad SAW bersabda, "Tidurnya orang 'alim lebih utama dari tidurnya orang bodoh".

Hadits tersebut secara tidak langsung memberitahukan kepada kita agar kita selalu menuntut ilmu. Sebab, orang yang memiliki ilmu dan 'alim atau berakhlak, maka kita akan mendapatkan tempat yang mulia di sisi Allah. Bahkan dalam hadits diatas, Nabi bersabda bahwa tidurnya orang 'alim lebih utama daripada tidurnya orang yang bodoh atau tidak berilmu. Maka sangat jelas kalau kita diwajibkan untuk mencari ilmu, agar mendapatkan keutamaan-keutamaan tersebut.

9. Utamanya belajar ilmu meski hanya satu bab

وقال النبي صلى الله عليه وسلم: مَنْ تَعَلَّمَ بَابًا مِنَ العِلْمِ، يَعْمَلُ بهِ أوْ لَمْ يَعْمَلْ بهِ كَانَ أَفْضَلَ مِنْ أَنْ يُصَلِّي أَلْفَ رَكْعَةٍ تَطَوُّعًا
Nabi Muhammad SAW bersabda, "Barang siapa mempelajari satu bab ilmu, baik diamalkan atau tidak diamalkan adalah lebih utama dari seribu rokaat sholat sunnah".

Hadits tersebut mengajarkan kepada kita betapa berharganya ilmu, hingga Allah berjanji akan memberikan pahala seperti sholat sunnah seribu rokaat bagi orang yang mau mempelajari ilmu, meski itu hanya satu bab saja. Adapun diamalkan atau tidak diamalkan, alangkah lebih baiknya untuk diamalkan, sebab kita tidak akan mendapatkan manfaat yang lebih jika kita tidak mengamalkan ilmu yang kita punya. Sebab, ilmu bukan untuk disimpan atau dimusiumkan. Ilmu adalah untuk dipelajari dan diamalkan.

10. Utamanya mengunjungi, berjabat tangan, dan duduk bersama orang 'alim

وقال النبي صلى الله عليه وسلم: مَنْ زَارَ عَالِمًا فَكَأَنَمَّا زَارَنِي، وَمَنْ صَافَحَ عَالِمًا فَكَأَنَّما صَافَحَنِي، وَمَنْ جَالَسَ عَالِمًا فَكَأَنَّما جَالَسَنِي في الدُّنْيَا، وَمَنْ جَالَسَنِي في الدُّنْيَا أَجْلَسْتُهُ مَعِيْ يَوْمَ القِيَامَةِ
Nabi Muhammad SAW bersabda, "Barang siapa mengunjungi orang 'alim, maka sama dengan mengunjungiku. Barang siapa berjabat tangan dengan orang 'alim, maka sama dengan berjabat tangan denganku. Dan barang barang siapa duduk degan orang 'alim, maka sama dengan duduk denganku di dunia. Barang siapa duduk denganku di dunia, maka aku tempatkan ia bersamaku pada hari kiamat".

Betapa mulianya orang 'alim. Hingga siapa saja yang bersama orang 'alim akan mendapatkan keutamaan sama halnya sedang bersama Nabi. Maka, kita tidak boleh membenci orang 'alim. Sebab, membenci orang 'alim sama dengan membenci Nabi. Membenci nabi sama halnya membenci Allah. Cintailah orang 'alim, kunjungilah orang 'alim, berjabat tanganlah dengan orang 'almi, dan duduklah bersama orang 'alim, maka kita akan mendapatka keutamaan yang sangat mulia di sisi Allah.

Itulah beberapa hadits tentang keutamaan menuntut ilmu dan keutamaan ulama. Semoga artikel ini bisa bermanfaat. Terimakasih telah berkunjung.

Referensi:
Kitab Terjemahan Lubabul Hadits (Jalaludin Assuyuthi - M. Khoiron GZ)
duniaislam.org

Untuk melihat keutamaan-keutamaan lainnya, bisa klik label Lubabul Hadits.

Baca selanjutnya : Keutamaan La Ilaha Illallah | Lubabul Hadits

Baca juga : Keutamaan mencari ilmu lewat media seperti (radio, televisi, dan internet)


0 komentar