Batasan dalam Berkasih sayang - BUYA YAHYA

Batasan dalam Berkasih sayang - BUYA YAHYA
Batasan dalam Berkasih sayang - BUYA YAHYA

Batasan dalam berkasih sayang. Berbicara tentang kasih sayang, memang kita sesama muslim harus memberikan kasih sayang yang lebih. Bahkan bukan hanya sesama muslim, kepada sesama manusia dan semua manusia yang berbeda agama pun harus memberikan kasih sayang.

Dalam memberikan kasih sayang sebenarnya tidak boleh pilah pilih. Sesama teman harus diberikan kasih sayang yang sama dengan teman lainnya, sesama saudara juga diberikan kasih sayang sama dengan saudaranya, dan seterusnya.

Dalam kehidupan keluarga, yaitu ayah, ibu, kakak, dan adik. Ini merupakan suatu keharusan akan adanya kasih sayang, agar kehidupan dalam rumah tangga bisa harmonis, bisa tentram, nyaman, langgeng, serta tidak ada pertengkaran atau percekcokan.

Berbicara tentang kasih sayang, ada yang bertanya kepada Buya Yahya, pengasuh LPD Al-Bahjah. Pertanyaannya sebagai berikut:

Pertanyaan:

Ada seorang adik sering marah-marah karena tidak diberikan kasih sayang oleh kakak-kakaknya. Dan sebaliknya, ada kakak yang sering marah-marah karena tidak diberikan penghormatan oleh adik-adiknya. Sebenarnya, sebatas apa kita dalam memberikan kasih sayang dan penghormatan yang dimaksud?

Jawaban Buya Yahya:

Bismillahirrahmanirrahim. Pendidikan indah dari Rasulullah SAW,
"Bukan termasuk golonganku yang tidak bisa memberikan kasih sayang kepada yang lebih kecil, dan tidak bisa memberikan penghormatan kepada yang lebih besar" (HR. Imam Ahmad)

Dari hadits diatas, ada sebuah ancaman bagi setiap orang. "Jangan ngaku-ngaku suka mauludan, jangan ngaku-ngaku senang Aku, jangan ngaku-ngaku golonganku kalau kamu tidak bisa memberikan kasih sayang kepada orang yang lebih muda atau lebih kecil, dan tidak bisa memberikan penghormatan kepada orang yang lebih tua atau yang lebih besar."

Hadits tersebut adalah rumus indah bagi setiap orang. Rumus timbal balik, yaitu yang kecil memberikan penghormatan, yang besar memberikan kasih sayang. Jadi, tugas kita adalah memberi bukan meminta, memberi bukan menuntut. 

Namun pada kenyataannya kebanyakan orang menggunakan rumus itu dibalik atau dirubah. Alhasil tidak ketemu rumus yang indah tersebut. Tugas seorang kakak bukanlah menuntut untuk diberikan penghormatan, tapi tugasnya adalah memberikan kasih sayang kepada yang lebih kecil. Begitu sebaliknya, tugas seorang adik bukanlah menuntut untuk diberikan kasih sayang, tapi tugasnya adalah memberikan penghormatan kepada yang lebih besar atau kakaknya.

Kalau cara pandangnya sudah salah atau keliru, maka tidak akan bsia tercapai rumus yang indah tersebut. Seorang kakak jika ingin mendapat penghormatan, maka berikanlah kasih sayang kepada adik, maka nanti adik akan memberikan penghormatan kepada kakak. Bukan malah menuntut. Begitu sebaliknya, jika adik ingin mendapatkan kasih sayang dari kakak, maka berikanlah penghormatan kepada kakak, nanti kakak akan memberikan kasih sayang kepada adik.

Hal ini juga berlaku pada hubungan suami istri. Jangan saling ada tuntut-menuntut. Sebab kalau saling menuntut, maka tidak akan ketemu kehidupan yang nyaman, aman, tenang, dan harmonis. Yang ada hanya akan merasakan keresahan, kesedihan, kebencian, dan sebagainya.

Hidup itu memberi, bukan meminta atau menuntut. Agar bisa ketemu rumus indah yang telah diajarkan oleh Nabi kita.

Mungkin hanya itu yang bisa saya sampaikan, semoga artkel ini bisa bermanfaat. Jika ingin lebih jelas, bisa langsung menyimak videonya dibawah ini. Terimakasih sudah berkunjung.

Baca juga : Bagaimana hukmnya kalau mencari ilmu lewat media seperti televisi, radio, atau internet?


0 komentar