9 Orang yang Boleh untuk Tidak Berpuasa

9 Orang yang Boleh untuk Tidak Berpuasa
9 Orang yang Boleh untuk Tidak Berpuasa


Orang yang boleh untuk tidak berpuasa. Bulan Ramadhan hampir tiba sob, kurang lebih seminggu lagi. Suatu kebahagiaan tersendiri bagi kita umat muslim. Bulan yang penuh berkah, penuh rahmat, penuh ampunan, dan penuh keistimewaan yang lebih dari bulan-bulan lainnya.

Nah, di artikel kali ini, saya akan mencoba berbagi hal penting perlu anda ketahui sob. Ini sangat penting dan ada kaitannya bagi kita yang akan menjalankan ibadah puasa. Sebab dalam menjalankan puasa tidak hanya sekedar berpuasa saja sob, harus tahu apa siapa saja yang wajib berpuasa, apa saja syaratnya berpuasa, apa saja yang membatalkannya, siapa saja yang boleh tidak berpuasa, dan masih banyak lagi.

Tapi perlu diingat, islam tidak memaksakan secara langsung harus bisa menguasai semua ilmu tentang puasa. Sedikit demi sedikit kita belajar mengenai puasa. 

Di artikel sebelumnya, saya pernah menuliskan 9 hal yang membatalkan puasa, itu wajib bagi kita yang sudah baligh untuk mengetahuinya sob. Tujuannya agar kita bisa lebih berhati-hati lagi agar tidak melanggar apa yang sebenarnya bisa membatalkan puasa.

Jika anda ingin mengulas lagi tentang 9 hal yang membatalkan puasa dengan penjelasan lengkap, silahkan klik DISINI

Dan sekarang saya akan mencoba mengulas materi fiqih puasa tentang orang yang boleh untuk tidak berpuasa. Bersumber dari buku yang ditulis oleh KH. Yahya Zainal Ma'arif (Buya Yahya) Pengasuh LPD Al-Bahjah Ceribon. Berikut ini 9 orang yang boleh untuk tidak berpuasa, agar mudah dihafal, saya kelompokkan dua-dua berdasarkan kemiripan:
  • Anak kecil
  • Orang gila
  • Orang sakit
  • Orang tua
  • Hamil
  • Menyusui
  • Haid
  • Nifas
  • Musafir (Bepergian)
Maksudnya dikelompokkan menjadi dua-dua adalah adanya kemiripan:
# Anak kecil disamakan dengan orang gila, sebab belum dan tidak memiliki akal seperti orang yang sudah baligh dan berakal.

# Orang sakit disamakan dengan orang tua, sebab orang sakit tidak bisa hidup normal sama halnya dengan orang tua yang tidak bisa hidup normal seperti pada umumnya orang muda yang sehat.

# Wanita hamil sama halnya dengan wanita yang sedang menyusui. 

# Wanita haid sama halnya dengan wanita yang sedang nifas.

# Sedangkan yang berbeda adalah musafir atau orang yang bepergian jauh dengan tujuan yang baik.

Untuk penjelasan masing-masing poin silahkan simak dibawah ini:

1. Anak Kecil

Anak kecil yang dimaksudkan disini adalah anak kecil yang belum baligh atau belum berakal. Anak yang belum baligh tidak diwajibkan untuk berpuasa. Namun ada kewajiban bagi orang tua untuk melatih anaknya berpuasa.

"Sejak umur berapa anak dilatih puasa?"

Hendaknya yaitu sejak umur 7 tahun. Namun orang tua jangan memaksakan anak untuk puasa full satu hari, tapi dari sedikit. Misalnya dengan puasa bedhuk, yaitu buka pada waktu dhuhur lali dilanjut lagi sampai maghrib.

Tanda-tanda anak yang sudah baligh ada 3. Berikut penjelasannya:
  • Keluar mani pada usia 9 tahun hijriah, baik itu laki-laki maupun perempuan.
  • Keluar darah haid bagi anak perempuan pada usia 9 tahun keatas.
  • Jika anak perempuan tidak keluar mani dan tidak haid, maka ditunggu hingga usia 15 tahun. Jika usianya telah genap 15 tahun, maka anak tersebut telah dianggap baligh meskipun belum juga keluar mani ataupun haid.

2. Orang Gila

Orang gila tidak diwajibkan untuk berpuasa. Bahkan meskipun ia berpuasa tetap dihukumi tidak sah puasanya. 

Berdasarkan keterangan para ulama' membagi dua macam orang gila dalam hal ini:
  • Orang gila yang disengaja jika berpuasa maka puasanya tidak sah dan wajib mengqodho'. Sebenarnya ia diwajibkan berpuasa, tapi ia membuat dirinya sendiri gila, maka kesengajaan inilah yang membuat dirinya wajib mengqodho' puasanya setelah akalnya sehat kembali.
  • Sedangkan orang gila yang tidak disengaja tidak diwajibkan berpuasa dan bahkan tidak sah jika berpuasa. Orang gila yang tidak disengaja tidak perlu mengqodho' puasanya kalau sudah sembuh, sebab gilanya tidak disengaja.

3. Orang Sakit

Orang yang masih dalam keadaan sakit tidak diwajibkan untuk berpuasa. Namun yang dimaksud sakit disini bukanlah semua penyakit. 

Sakit yang dimaksud adalah sakit yang memberatkan dirinya sendiri untuk berpuasa. Kalau berpuasa ia merasa penyakitnya semakin kambuh. Maka ia tidak diwajibkan berpuasa. 

"Lalu, siapa yang dapat menentukan kalau dirinya bisa kambuh bila berpuasa?"

Yang bisa menentukan adalah:
  • Dokter muslim terpercaya.
  • Berdasarkan pengalamannya sendiri.
Namun dalam hal ini tidak diperuntukan pada orang sakit saja. Tapi juga bagi orang yang memiliki fisik lemah. Siapapun yang sedang berpuasa lalu menemukan dirinya lemah dan tidak mampu berpuasa dengan kondisi yang dirasa membahayakan, maka disaat itu pula dirinya boleh membatalkan puasa. Akan tetapi ia hanya boleh makan dan minum secukupnya saja lalu kembali menahan diri layaknya orang yang sedang berpuasa. Ini khusus untuk orang yang bukan penderita penyakit.

4. Orang tua

Sama halnya dengan orang sakit. Orang tua tidak diwajibkan untuk berpuasa. Tapi ingat, bukan semua orang tua. Orang tua yang dimaksdukan adalah orang tua yang lanjut usia dan tidak mampu lagi untuk berpuasa. Bila dirinya merasa kalau tak mampu lagi untuk berpuasa, maka tidak wajib baginya untuk berpuasa.

5. Hamil

Orang hamil juga tidak wajib berpuasa. Tapi ada ketentuan dan syarat bagi orang hamil yang diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Yaitu apabila wanita yang hamil tersebut khawatir akan kondisi dirinya dan/atau kondisi janin (Bayinya).

Namun jika tidak memiliki kekhawatiran dan masih bisa berpuasa maka tetap harus berpuasa. Tapi ingat, jangan dipaksakan ya. Bagi orang yang tidak mampu atau memiliki udzur, islam tidak memaksakan untuk berpuasa.

6. Menyusui

Sama halnya dengan ibu atau wanita yang sedang hamil. Wanita yang sedang menyusui tidak diwajibkan berpuasa jika kalau dirinya berpuasa khawatir akan kondisi dirinya sendiri dan/atau bayi yang masih berumur dibawah 2 tahun hijriyah. 

Bayi yang dimaksudkan tidak harus bayinya sendiri. Misalkan, ada wanita yang dititipkan untuk merawat bayi berusia dibawah 2 tahun milik tetangganya. Maka tidak wajib bagi wanita tersebut untuk berpuasa, sebab ia juga harus menyusui bayi tersebut, meski bukan bayinya sendiri.

7. Haid

Sudah jelas, wanita yang sedang haid tidak wajib untuk berpuasa, dan bahkan jika berpuasa pun puasanya tidak akan sah, tidak akan diterima, dan bahkan hukumnya pun haram bagi wanita haid untuk berpuasa.

8. Nifas

Sama halnya dengan wanita yang sedang haid. Wanita nifas tidak wajib berpuasa. Jika berpuasa tidak akan sah, tidak akan diterima, dan juga hukumnya haram bagi wanita yang sedang nifas untuk berpuasa.

9. Musafir (Bepergian)

Orang yang sedang melakukan perjalanan jauh boleh untuk tidak berpuasa. Tapi ada ketentuan dan syaratnya yang haru dipenuhi. Berikut penjelasannya:
  • Tempat tujuan perjalanan tidak kurang dari 84km.
  • Dipagi hari sebelum subuh atau menjelang subuh, ia harus sudah berada di perjalanan dan keluar dari wilayah tempat tinggalnya (minimal batas kecamatan).
Itulah dua ketentuan yang harus dipenuhi. Jadi, pada intinya jika anda mulai pergi keluar rumah pada waktu subuh, maka anda tetap diwajibkan untuk berpuasa.

Demikian artikel saya mengenai 9 orang yang boleh untuk tidak berpuasa. Jika ada yang belum jelas dan ada yang ingin ditanyakan, silahkan tulis dikomentar. Semoga artikel ini bisa bermanfaat, dan terimakasih telah membaca.

Sekali lagi, baca juga 9 hal yang membatalkan puasa.


0 komentar